Legenda Urban Paling Ditakuti Di Jepang

Rabu, 10 Oktober 2012 15:15

Puisi Kematian Tomino
Ilustrasi





10. Puisi Kematian Tomino


Tomino memang bukan hantu dengan wujud menyeramkan, namun sebaiknya jangan bermain-main dengannya. Tomino adalah puisi kematian yang dapat membunuh siapapun yang berani membacanya dengan suara lantang. Menurut legenda, jika ada yang membaca puisi Tomino dengan suara keras, maka ia akan mengundang kematian atau bencana bagi dirinya sendiri.

Menurut beberapa sumber, Tomino sebenarnya adalah seorang gadis kecil yang terlahir cacat. Ia menuliskan puisi yang kemudian ditunjukkan kepada orang tuanya. Melihat isi puisi Tomino yang menyeramkan, orang tuanya menghukum Tomino dengan mengurungnya dalam gudang sempit dan tidak memberinya makan. Beberapa hari kemudian, Tomino meninggal dengan tidak wajar.

Penasaran seperti apa isi puisi Tomino? Simak terjemahan puisinya berikut ini. Jika tak puas dengan hanya membaca terjemahannya, Anda bisa menyimak video puisi Tomino dalam berbahasa Jepang di bawah ini. Sekedar saran, sebaiknya Anda membaca puisinya dalam hati saja.

Terjemahan puisi Tomino:

Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata  
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu

 


(kpl/rth)





Lihat Arsip Kapanlagi Plus

- - -