1 Ember Air Garam Bisa Bikin Hujan & Usir Asap? Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Oktober 2015 09:18 Penulis: Arai Amelya
1 Ember Air Garam Bisa Bikin Hujan & Usir Asap? Ini Penjelasannya
© Yunaidi/National Geographic Indonesia

Kapanlagi Plus - Bencana kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan memang begitu memilukan. Selain jarak pandang terbatas, warga di kedua pulau yang terkena dampak asap pun harus bertahan dalam kondisi udara buruk. Kondisi ini bahkan memicu munculnya pesan berantai (broadcast message) melawan asap, salah satunya ajakan membuat hujan buatan dengan meletakkan satu ember air garam di luar rumah.

Kamu pengguna media sosial dan aplikasi pesan pasti mendapat pesan berantai itu. Pesan itu bertuliskan ajakan agar seluruh warga Indonesia membantu mereka korban bencana asap dengan serentak meletakkan satu ember air garam di luar rumah pada Kamis (22/10) hari ini sekitar pukul 11.00 - 13.00 WIB.

'Biarkan air dalam ember menguap di udara. Semakin banyak uap air di udara maka semakin cepat proses kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara. Dengan cara sederhana ini diharap hujan makin cepat turun. Makin banyak warga yang melakukan, ratusan ribu rumah, maka bakal menciptakan jutaan kubik uap di udara', tulis pesan itu yang mengklaim merupakan saran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Ternyata untuk membuat hujan buatan butuh banyak syarat © Yunaidi/National Geographic IndonesiaTernyata untuk membuat hujan buatan butuh banyak syarat © Yunaidi/National Geographic Indonesia

Rupanya pesan berantai ini bukanlah kali pertama muncul, pada pertengahan September lalu pesan ajakan serupa sudah muncul. Menanggapi hal itu, Peneliti Meteorologi Tropis BPPT, Dr Tri Handoko Seto mengaku senang atas partisipasi masyarakat yang berarti tingkat kepedulian makin tinggi. Hanya saja secara teknis, tindakan itu sia-sia saja.

"Dengan asumsi satu ember sama dengan 10 liter air, maka total air yang hendak diuapkan cuma ribuan meter kubik. Untuk menghasilkan jutaan meter kubik butuh ratusan juta ember, itupun kalau semua air menguap jadi dipastikan tidak akan mungkin. Proses terjadi hujan bukan semudah itu, ada banyak syarat. Selain penguapan besar, perlu pola angin tertentu. Air laut di sekitar Jambi, Sumatera Selatan dan Riau tetap menguap, tapi pola angin membuat uap air tertarik ke utara dan timur laut sehingga awan terbentuk di kawasan utara. Lebih penting saat ini adalah jangan membakar hutan dan lahan," papar Handoko seperti dilansir National Geographic Indonesia.

Senada dengan Handoko, Sutopo Purwo Nugroho sebagai Kepala Pusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun menyebut satu ember air garam itu sia-sia. "Itu informasi menyesatkan. Butuh massa uap air yang banyak dan tak semudah itu. Untuk itu tak usah ikut menyebarkan berita tersebut," tutupnya seperti dilansir Merdeka.

(mdk/nat/aia)



MORE STORIES




REKOMENDASI