14 Bulan Keliling Indonesia, Devanosa Habis Rp 8 Jutaan

Kamis, 07 Januari 2016 15:18 Penulis: Arai Amelya
14 Bulan Keliling Indonesia, Devanosa Habis Rp 8 Jutaan
Instagram @devanosa

Kapanlagi Plus - Cerita Devanosa, hijaber yang hobi jalan-jalan memang mampu membuat pengguna Instagram cemburu. Bayangkan saja, dalam waktu 14 bulan, perempuan berusia 26 tahun itu sudah menjejakkan kaki di 29 provinsi di Indonesia. Dalam wawancara eksklusif lewat email dengan KapanLagi.com®, Deva pun berbagi cerita bagaimana caranya menjadi seorang solo backpacker.

"Aku pertama kali datang sebagai solo backpacker itu di Raja Ampat dan memang kebanyakan semua biaya travelling ini dari diri sendiri ya. Cukup sensitif sih, selama 14 bulan ini aku sudah habis lebih dari delapan juta rupiah hahaha. Ya namanya juga sendirian, pasti pernah merasa takut cuma ya selalu positive thinking biar ion-ion negatif perjalanan pada menjauh," ungkap Deva.

Pertama kali singgah di Raja Ampat, Deva sepertinya jatuh cinta © Instagram @devanosaPertama kali singgah di Raja Ampat, Deva sepertinya jatuh cinta © Instagram @devanosa

Deva yang dihubungi terakhir kali pada Selasa (5/1) tengah berada di pedalaman Nabire, Papua inipun memilih untuk tinggal di rumah penduduk lokal selama travelling. Menurutnya hal itu bisa membuatnya mendapatkan keluarga baru. Memulai berkeliling Indonesia sejak Oktober 2014, Deva mengakui belum pernah mengalami kesulitan yang memberatkan dirinya.

"Aku melakukan perjalanan sendiri sih. Cuma kalau ada teman yang ingin menemui, menemani atau mengikuti ya sangat membuka diri. Karena memang diri sendiri yang paling berpengaruh untuk solo backpacker. Sejauh ini sih aku ingin pergi ke pulau-pulau garda depan Indonesia seperti pulau Rondo di ujung barat, pulau Ndana di ujung selatan, pulau Miangas di ujung utara dan distrik Sota di ujung timur," lanjut Deva.

Bukannya tinggal di hotel, Deva memilih tinggal di rumah penduduk © Instagram @devanosaBukannya tinggal di hotel, Deva memilih tinggal di rumah penduduk © Instagram @devanosa

Disinggung manakah yang lebih dia sukai antara gunung atau pantai, perempuan kelahiran Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini tak bisa memilih. Menurut Deva, gunung baginya seperti tempat untuk bersemedi dan menenangkan diri sementara pantai adalah tempatnya berekspresi.

"Secara umum sih sudah pergi ke 29 provinsi di Indonesia tapi belum termasuk pulau-pulau atau daerah terpencil di dalamnya. Sejauh ini pengalaman paling gila ya pernah naik kapal kargo yang penuh muatan bahan baku pembuatan bandara waktu nyebrang dari pulau Sumba ke pulau Adonara di Nusa Tenggara Timur. Itu satu kapal isinya pria semua dan aku perempuan ilegal sendirian," tutup Deva.

(kpl/aia)

Editor:

Arai Amelya



PLUS TERKAIT

LATEST UPDATE




REKOMENDASI