7 Pembunuhan Dengan Motif Paling Aneh Sepanjang Sejarah

Rabu, 10 Juli 2013 09:01 Penulis: Adhib Mujaddid
7 Pembunuhan Dengan Motif Paling Aneh Sepanjang Sejarah
@foto: thesavvysenorita


Kapanlagi Plus - Tidak peduli seberapa kejam, selalu saja ada pembenaran yang diungkapkan oleh seorang pelaku pembunuhan. Ada motivasi tertentu hingga manusia berani menghabisi nyawa sesamanya.

Beberapa pembunuh yang kami sebutkan berikut ini memiliki motif yang bisa dibilang sangat aneh. Simak ceritanya di halaman berikut dan kamu akan tercengang.

1. Kelainan Seksual

Dennis Nilses adalah pembunuh berantai paling populer di Britania Raya. Sepanjang tahun 1978 hingga 1983, Nilsen telah menghabisi 15 nyawa, termasuk bocah di bawah umur.

Pria kelahiran Skotlandia ini sengaja menyimpan mayat korbannya untuk kegiatan seksualnya. Pria penyuka sesama jenis ini akhirnya harus mempertanggunjawabkan kejahatannya setelah kelakuan bejatnya tercium polisi.

Saat itu seorang petugas memeriksa saluran air di rumahnya yang buntu. Mengejutkan, justru potongan tubuh yang ditemukan oleh petugas tersebut. Nilsen sendiri akhirnya dihukum penjara seumur hidup.

2. Demi Avril Lavigne

Fanatisme yang berlebihan kadang berujung pada sesuatu yang memprihatinkan. Salah satu contoh nyatanya adalah sebuah kasus yang terjadi pada tahun 2011 di Chicago.

Saat itu Robert Lyons memukul kepala ibunya, Linda dua kali dengan botol lalu menusuknya 9 kali. Tak cukup dengan itu, Robert juga menaburi tubuh ibunya dengan berbagai bahan kimia rumah tangga setelah tak bernyawa.

Alasannya? Sangat sepele. Sang ibu tidak mengabulkan permintaaan Robert untuk dibelikan tiket konser Avril Lavigne. Kabarnya Robert dijatuhi hukuman maksimal 40 tahun penjara.

3. Tidak Suka Hari Senin

Senin, 29 Januari 1979 seluruh penjuru San Diego dan Amerika Serikat dikejutkan oleh insiden yang terjadi di Sekolah Dasar Cleveland. Saat itu seorang Brenda Ann Spencer yang baru berusia 16 tahun menembaki 8 orang anak, kepala sekolah dan seorang petugas kepolisian.

Tangis keluarga korban makin menjadi-jadi begitu mengetahui alasan Brenda melakukan pembantaian keji tersebut. Ketika ditanya , ia hanya mengangkat bahu dan menjawab, "Aku tidak suka hari Senin. Aku tidak punya alasan untuk itu. Rasanya menyenangkan," ujarnya.

4. Pria Diperkosa Hingga Mati

Seorang pebisnis kaya raya asal Nigeria, Onoja baru sampai rumah kala jam sudah menunjukkan pukul 4 subuh. Onoja langsung menghabiskan sisa waktunya bersama istri mudanya. Sayangnya, lima istri lainnya kompak meminta 'jatah'.

Di bawah todongan pisau, Onoja harus melayani seluruh istrinya. Ia hampir berhasil saat itu. Namun sayang, ia berhenti bernafas ketika giliran istri kelima naik ranjang.

Apa motif pembunuhan ini? Kecemburuan! Dua istri Onojo kabarnya sudah ditangkap oleh pihak berwajib.

5. Serahkan Diri Untuk Dimakan

Seorang pria bernama Bernd Jürgen Armando Brandes menulis sebuah iklan di internet yang menyatakan keinginannya untuk dimakan! Tentu saja banyak yang tak percaya tak menganggapnya sebagai bualan. Namun pria bernama Armin Meiwes berpendapat lain.

Armin segera menghubungi Bernd dan menyatakan ketertarikannya. Kedua pria ini akhirnya bertemu di rumah Bernd. Dalam keadaan bugil, dua pria penyuka sesama jenis ini memulai aksinya. Armin memukul Bernd empat kali di leher hingga tewas.

6. Ucapkan Terima Kasih

Biasakan mengucapkan terima kasih setelah mendapat pertolongan atau perlakuan istimewa dari siapapun. Kasus yang dialami Craig di Selandia baru adalah contohnya.

Saat itu Fergus Glen yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri mengundang untuk makan malam. Craig menyantapnya dengan bahagia sampai akhirnya ia lupa mengucapkan terima kasih.

Merasa tak dihargai, Fergis memilih keputusan yang ekstrem. Sebuah kapak ia hujamkan ke saudaranya sendiri. "Dia membuatku kecewa dan aku melakukannya. Aku tidak bangga dengan hal ini, tapi aku telah melakukannya," ujar Fergis.

7. Sempurnakan Ilmu

Ahmad Suradji atau lebih dikenal dengan sebutan Dukun AS rela melakukan apapun demi menyempurnakan ilmunya. 42 nyawa wanita ia habisi dan dikuburkan di  perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dari tahun 1986 hingga 1997.

Agar ilmu yang dipelajarinya sempurna, DUkun AS harus membunuh 70 orang wanita dan menghisap air liurnya. Dukun AS sendiri akhirnya divonis hukuman mati oleh pengadilan Lubuk Pakam pada 1998 silam.

(kpl/adb)

Editor:

Adhib Mujaddid



MORE STORIES




REKOMENDASI