8 Rahasia Jack Dorsey, CEO Twitter Yang Nggak Punya Meja Kerja

Senin, 28 Mei 2018 13:58 Penulis: Editor KapanLagi.com
8 Rahasia Jack Dorsey, CEO Twitter Yang Nggak Punya Meja Kerja
Youtube

Kapanlagi Plus - Jadi salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di dunia bikin Jack Dorsey ada di deretan pengusaha sukses, sejajar dengan Steve Jobs dan Elon Musk. Nggak cuma di Twitter, ia juga adalah CEO di Square. Posisi pentingnya di kedua perusahaan itu bikin Dorsey menghasilkan kekayaan bersih lebih dari $ 4 miliar, menurut Forbes.

Dengan pencapaiannya sekarang, siapa yang mengira bahwa kariernya dirintis dengan tidak mulus. Ia turut menjadi salah satu pendiri Twitter pada 2006, setelah itu ia dipecat pada tahun 2008. Hingga akhirnya ia kembali bekerja di Twitter 7 tahun kemudian, jadi CEO.

Seperti yang Klovers tahu, Twitter sempat mengalami kemerosotan tajam. Setelah Dorsey kembali pada tahun 2015, saham Twitter terus mengalami tren ke bawah, tetapi arus mulai berubah. Laju ini akhirnya mengantarkan saham melonjak lebih dari 30 persen pada 2018.

Siapa yang sangka kan Dorsey pernah menjalani itu semua? Nggak cuma itu, kami telah merangkum beberapa rahasia lain dari milarder satu ini, simak di bawah!


1. Dorsey terobsesi dengan komunikasi darurat sejak kecil.

(Credit: instagram.com/jack)(Credit: instagram.com/jack)

Kecintaan Dorsey pada kereta api bikin ia terobsesi dengan pengiriman kendaraan dinas darurat. Dia terpesona dengan suara-suara di pemindai polisi. "Mereka selalu berbicara tentang ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan dan di mana mereka saat ini. Di situlah ide untuk Twitter datang," ungkap Dorsey pada program CBS "60 Minutes."

2. Ingin mencalonkan diri sebagai walikota New York City.

(Credit: twitter.com/jack)(Credit: twitter.com/jack)

Dorsey adalah penggemar berat mantan Walikota New York, Michael Bloomberg. Dia pernah memuji Bloomberg sebagai "Guiding Light" bagi para pengusaha teknologi di Silicon Valley. Meskipun dia saat ini tinggal di San Francisco, Dorsey pernah mengatakan kepada Vanity Fair bahwa dia mencintai Big Apple, bahkan sekedar mikirin kota itu saja bikin dia dapet energi baru!

3. Twitter adalah bagian dari rutinitas pagi.

(Credit: twitter.com/jack)(Credit: twitter.com/jack)

Dorsey suka bangun dan memeriksa cuaca. Tapi ada satu hal lain yang selalu dia periksa yakni Twitter. Hal pertama yang dia lakukan adalah pergi ke pencarian Twitter, sehingga dia dapat melihat persis apa yang terjadi di dunia saat ini.

4. Hampir mulai bekerja untuk Facebook.

(Credit: instagram.com/jack)(Credit: instagram.com/jack)

Dorsey dikabarkan sempat berbicara dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg nggak lama setelah digulingkan dari posisi CEO Twitter. Menurut reporter Nick Bilton, Zuckerberg yang pada saat itu mempertimbangkan untuk membeli Twitter, berusaha untuk menyewa Dorsey. Namun Dorsey akhirnya lebih tertarik untuk bekerja di tempat lain.

5. Dorsey meretas jalannya ke pekerjaan pertamanya.

(Credit: instagram.com/jack)(Credit: instagram.com/jack)

Dorsey pernah berusaha mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan pengiriman besar di New York. Tetapi ketika tidak ada informasi kontak di situs web mereka, Dorsey menemukan celah keamanan di sana lalu mengirim email kepada perusahaan itu. Ia memberi tahu mereka cara memperbaikinya. Siapa yang mengira ia dipekerjakan seminggu kemudian.

6. Dorsey tidak memiliki ruang kerja atau bahkan meja di Square HQ.

(Credit: twitter.com/jack)(Credit: twitter.com/jack)

CEO Square ini nggak punya ruang kerja, ia lebih suka menggunakan iPad-nya dan memiliki kebebasan untuk berkeliaran di sekitar kantor. Dalam “60 Minutes” ia bilang bahwa hal itu dilakukan untuk terus menjaga kesadaran diri bahwa ia nggak kerja sendirian.

7. Temannya sesama pendiri Square, Jim McKelvey, dulunya adalah bosnya.

(Credit: twitter.com/jack)(Credit: twitter.com/jack)

Dorsey baru berusia 15 tahun ketika ia menjadi magang di perusahaan perangkat lunak milik McKelvey, Mira Digital Publishing. McKelvey segera terkesan dengan Dorsey. Dia bahkan mulai memanggilnya "Jack the Genius".

8. Dorsey mengatakan Square secara mendasar akan mengubah cara orang berkomunikasi.

(Credit: twitter.com/jack)(Credit: twitter.com/jack)

Dalam “60 Minutes”, Dorsey mengatakan bahwa Square akan secara fundamental mengubah cara orang berkomunikasi karena ia berbicara satu bahasa yang kita semua tahu yakni, uang.


Disadur oleh Tantri D. Rahmawati dari CNBC.

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI