6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengatur Penerbangan Lanjutan

Kapanlagi.com - Perjalanan yang menggabungkan penerbangan domestik dan internasional menuntut penyusunan jadwal yang lebih rapi dibanding satu penerbangan langsung. Kesalahan kecil dalam mengatur jeda waktu dapat berimbas pada keseluruhan rangkaian perjalananmu.

Pola yang paling sering ditemui adalah menempuh perjalanan domestik terlebih dahulu, baru melanjutkan ke luar negeri dari Jakarta. Misalnya, perjalanan dimulai dengan tiket pesawat bali jakarta yang kemudian dilanjutkan tiket pesawat ke singapura.

Oleh karena itu, membuat rencana penerbangan kini semakin sering dilakukan. Salah satu Untuk itu, enam hal berikut harus diperhatikan agar perjalanan lanjutan berjalan lancar.

Advertisement

1. Status Tiket

Alur pergerakan di bandara perantara sepenuhnya bergantung pada status tiket, bukan maskapai yang digunakan. Jika seluruh penerbangan masuk dalam satu kode pemesanan, kamu nggak perlu repot saat transit karena maskapai sudah mengatur jadwal lanjutan sekaligus pemindahan bagasi secara otomatis.

Sebaliknya, memesan dua tiket secara terpisah mengharuskan Anda keluar dari area transit, mengambil koper, dan lapor masuk (check-in) ulang. Kondisi ini sering memunculkan kebutuhan tambahan seperti tarif bagasi ulang, transportasi antar terminal, atau biaya visa jika negara tempat transit mewajibkannya.

2. Jeda Waktu untuk Proses Imigrasi dan Bea Cukai

Segmen lanjutan internasional menambah lapisan pemeriksaan yang tidak ada pada penerbangan domestik, terutama proses imigrasi dan bea cukai. Oleh karena itu, calon penumpang rute internasional sangat disarankan tiba di bandara tiga jam sebelum jadwal keberangkatan untuk mengantisipasi antrean panjang.

Sebagai perbandingan, calon penumpang domestik cukup tiba dua atau 1,5 jam sebelum keberangkatan jika tidak membawa bagasi tercatat. Terkait durasi antrean imigrasi, waktunya sangat dipengaruhi oleh fasilitas bandara keberangkatan. Di Bandara Soekarno-Hatta, pengoperasian 78 fasilitas autogate di Terminal 2 dan 3 sejak awal 2024 telah sukses memangkas waktu pemeriksaan paspor elektronik maupun biasa menjadi hanya sekitar 15 detik bagi warga negara Indonesia.

3. Perpindahan Terminal di Bandara Transit

Penerbangan domestik dan internasional umumnya beroperasi di terminal yang berbeda. Di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 1 melayani maskapai domestik berbiaya rendah, Terminal 2 untuk penerbangan campuran, sementara Terminal 3 dikhususkan bagi maskapai layanan penuh.

Perbedaan fungsi ini memaksa kamu untuk berpindah gedung, misalnya saat mendarat dari Bali di terminal domestik lalu harus menyambung pesawat ke Singapura dari terminal internasional. Waktu perpindahan antar-terminal ini wajib diperhitungkan secara cermat di luar durasi pemeriksaan imigrasi. Jika mengandalkan fasilitas Skytrain gratis di Soekarno-Hatta yang memakan waktu tempuh 3 hingga 7 menit, pastikan jadwal transit sesuai dengan jam operasionalnya antara pukul 04.27 hingga 00.10.

4. Perubahan Peta Rute Langsung ke Negara Tujuan

Ketersediaan penerbangan langsung ke negara tujuan selalu dinamis mengikuti kebijakan jaringan operasional setiap maskapai. AirAsia, contohnya, memutuskan untuk menutup rute langsung Jakarta-Singapura mulai 1 Juli 2026 demi efisiensi biaya, menyusul penghentian rute Singapura-Bali pada April 2026.

Meski demikian, penghentian layanan oleh satu maskapai tidak otomatis mematikan sebuah rute karena jalur tersebut biasanya dikelola oleh banyak kompetitor. Pasar penerbangan Jakarta-Singapura tetap sangat padat dengan sekitar 31 jadwal keberangkatan langsung per hari yang dilayani oleh Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Pelita Air, Scoot, Singapore Airlines, dan TransNusa.

5. Penanganan Bagasi

Penumpang penerbangan lanjutan kerap harus mengambil bagasi di bandara perantara dan memprosesnya ulang karena barang tidak selalu diteruskan ke tujuan akhir. Cara terbaik untuk mencegah kebingungan adalah dengan memberitahu petugas darat saat lapor masuk di bandara asal bahwa kamu akan melanjutkan perjalanan lintas segmen.

Selain masalah pemindahan, perbedaan aturan batas berat antara segmen domestik dan internasional juga memperbesar risiko denda kelebihan muatan. Di sisi lain, maskapai berbiaya rendah seperti AirAsia hanya menyediakan kuota bagasi kabin tujuh kilogram secara gratis, sehingga bagasi tercatat harus dibeli secara terpisah.

6. Perbandingan Harga

Total biaya perjalanan lanjutan merupakan gabungan harga dari dua tiket terpisah, sehingga perbandingan tarif antarrute sangat penting dilakukan. Melansir Informasi dari Traveloka pada 16 September 2026, rute Ngurah Rai menuju Soekarno-Hatta bersama Sriwijaya Air dan AirAsia ditawarkan mulai Rp1,2 jutaan, sedangkan rute Soekarno-Hatta menuju Singapura oleh Scoot dan TransNusa dibanderol mulai Rp1 jutaan hingga Rp1,1 jutaan.

Waktu pembelian tiket untuk masing-masing segmen tidak harus dilakukan bersamaan karena keduanya memiliki rentang waktu ideal yang berbeda. Tiket penerbangan domestik paling baik dipesan enam hingga delapan minggu sebelum hari keberangkatan, sedangkan tiket penerbangan luar negeri sebaiknya disiapkan tiga sampai enam bulan sebelumnya.

Beli Tiket Pesawat Lanjutan Lebih Mudah dengan Traveloka

Penyusunan dua segmen perjalanan yang rapi membutuhkan pantauan jadwal dan harga secara serentak dalam satu layar. Traveloka memfasilitasi kebutuhan tersebut sebagai platform perjalanan terdepan di Asia Tenggara yang telah melayani lebih dari 100 juta pengguna lintas negara.

Layanan platform ini sangat komprehensif, mencakup penyediaan tiket pesawat, hotel, kereta api, bus, sewa mobil, hingga asuransi perjalanan dan eSIM. Transaksi pelanggan juga dipermudah melalui beragam pilihan pembayaran digital terpopuler seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, serta fasilitas PayLater. Anda dapat langsung mengunduh aplikasi Traveloka untuk menyusun tiket penerbangan domestik dan internasional dengan pengaturan jeda waktu transit yang aman dan nyaman.

    (kpl/wri)

 

Topik Terkait