Kapanlagi.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, baru saja mengumumkan dua film pendek yang terpilih, MARAMBA dari Komunitas Etanan Films untuk genre dokumenter dan "GEMINTANG dari Komunitas Gresik Film untuk genre fiksi, dalam Meet and Greet Family Sunday Movie periode Februari 2022, yang digelar secara daring.
"Masih ada kesempatan bagi yang belum terpilih, jangan patah semangat, karena bulan-bulan berikutnya hingga Oktober 2022 akan terus bergulir dan bagi yang belum berpartisipasi. Tunggu apa lagi jangan lewatkan informasi pendaftarannya yang ada di media sosial kemenparekraf," kata Sandiaga Uno, seperti press rilis yang diterima Kapanlagi.com, Jumat (25/2/2022).
Menparekraf berharap Family Sunday Movie menjadi salah satu program Kemenparekraf yang tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat bagi pertumbuhan industri kreatif.
Advertisement
"Selamat berkreasi, ciptakan karya-karya hebat, kembangkan potensi daerah, dan buktikan kita mampu jadi agen perubahan untuk masa depan," kata Sandiaga Uno.
"Hal ini membuktikan bahwa sineas lokal produktif dalam menghasilkan karya yang luar biasa dan antusiasme begitu tinggi terhadap program Kemenparekraf untuk mendukung perkembangan film indie di Indonesia melalui karya-karya sineas atau komunitas film lokal," kata Mohammad Amin.
Mohammad Amin menyebut, jika satu komunitas membutuhkan tenaga kerja sekitar 30 orang, dengan 215 film artinya ada sekitar 6.450 tenaga kerja yang terserap. Tentu, ini menjadi sinyal kebangkitan sektor ekonomi kreatif dalam penciptaan lapangan kerja.
Sementara itu ketua Panitia FSM, Emil Heradi menjelaskan, dengan antusiasme yang begitu besar dari para peserta, dari kurun waktu submisi hanya 11 hari, tercatat ada 215 film yang mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.
"Ini angkanya cukup besar dan ini membuktikan bahwa film pendek juga mempunyai tempat di ranah kreatif negeri kita," katanya.
"Kami menilai seluruh film pendek yang mendaftar baik fiksi maupun dokumenter secara objektif. Yang terpenting bukan lagi siapa penggarapnya melainkan pada orisinalitas kita, keunikan, dan kemampuan bercerita. Kami berharap kedepannya FSM dapat menjadi barometer perkembangan industri film pendek di Indonesia, lahirnya pembaruan, dan semangat generasi muda," kata Emil.
(kpl/far/tdr)