Arus Balik Bareng Balita? Simak Tips Agar Si Kecil Nyaman dan Anti Rewel di Perjalanan

Kapanlagi.com - Perjalanan kembali setelah merayakan Lebaran sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para orang tua yang bepergian dengan balita. Kemacetan yang panjang, perubahan dalam jadwal tidur, serta kondisi cuaca yang tidak menentu dapat membuat si kecil mudah rewel dan kelelahan selama perjalanan. Persiapan yang kurang matang bisa mengakibatkan perjalanan menjadi tidak nyaman baik bagi anak maupun orang tua.


Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan pola makan dan tidur anak sebelum memulai perjalanan, agar daya tahan tubuh si kecil tetap terjaga. Kurangnya jam tidur atau gangguan pada pola tidur dapat menurunkan imunitas anak, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit.

Untuk memastikan perjalanan arus balik tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Dirangkum oleh KapanLagi.com dari berbagai sumber pada Rabu (2/4/2025), berikut adalah sejumlah tips lengkap untuk menjaga kenyamanan anak selama di perjalanan.

1 dari 8 halaman

1. 1. Pastikan Balita Sehat dan Kebutuhannya Terpenuhi

Sebelum memulai perjalanan, penting untuk memastikan si kecil dalam keadaan sehat. Jika ada riwayat kondisi medis tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Jika balita tampak kurang sehat, jangan segan untuk menunda perjalanan. Persiapkan juga perlengkapan medis seperti kotak P3K yang berisi obat dasar seperti paracetamol, obat diare, dan salep antiseptik.

Perlengkapan balita harus dipersiapkan dengan cermat. Bawalah popok, pakaian ganti, selimut, handuk, serta tisu basah dan kering. Pastikan makanan dan minuman yang cukup juga tersedia. Jangan lupa untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat. Pastikan semua komponen berfungsi dengan baik, termasuk ban, oli, dan lampu. Jika menggunakan mobil pribadi, pastikan car seat terpasang dengan benar demi keselamatan balita.

Untuk memudahkan perjalanan, sebaiknya barang bawaan anak dibagi menjadi dua tas:

- Tas kecil untuk barang yang sering digunakan, seperti popok, tisu basah, botol susu, makanan ringan, baju ganti, dan mainan favorit.
- Tas besar untuk barang cadangan, seperti pakaian tambahan, perlengkapan mandi, obat-obatan, dan selimut.

Jangan lupa juga untuk membawa kotak P3K yang dilengkapi dengan termometer, plester luka, obat demam, serta perlengkapan medis lainnya jika diperlukan.

2. 2. Rencanakan Rute dan Titik Istirahat

Saat merencanakan perjalanan, penting untuk menyusun rute yang memperhatikan titik istirahat yang nyaman bagi balita. Pilihlah area istirahat yang dilengkapi dengan fasilitas toilet yang bersih dan area bermain anak. Ini akan memberi kesempatan bagi si kecil untuk bergerak dan bermain sejenak, sehingga tetap ceria selama perjalanan. Pastikan juga untuk memperkirakan waktu tempuh agar perjalanan tidak menjadi terlalu melelahkan bagi seluruh anggota keluarga.

Selama perjalanan, pastikan balita tetap nyaman dengan memberikan ASI atau susu pada jadwalnya. Siapkan juga camilan dan minuman sehat untuk menemani perjalanan. Untuk mengusir kebosanan, ajak si kecil bermain atau bernyanyi bersama. Jika balita merasa mengantuk, biarkan ia beristirahat dengan nyaman di dalam kendaraan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan bersama balita bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi semua.

3. 3. Pastikan Anak Mendapat Asupan Nutrisi yang Cukup

Perjalanan jauh bisa membuat anak lebih cepat lapar dan haus. Oleh karena itu, pastikan untuk membawa bekal makanan sehat dan camilan favorit anak. Menurut Kompas, buah-buahan yang tahan lama, roti, biskuit, serta makanan dengan kandungan protein tinggi sangat disarankan untuk menjaga energi anak selama perjalanan.

Jika anak masih menyusui, ibu disarankan untuk menyusui saat pesawat lepas landas atau mendarat guna mengurangi tekanan di telinga akibat perubahan ketinggian. Sementara untuk perjalanan darat, bawa termos kecil berisi air hangat agar memudahkan penyajian susu atau makanan bayi.

4. 4. Berhenti Secara BerkalaÃ