Kapanlagi.com - Piala Dunia 2026 bukan hanya dipenuhi aksi spektakuler di lapangan, tetapi juga diramaikan berbagai meme yang viral di media sosial. Salah satu yang paling sering muncul adalah "Dictator Mbappe", julukan bernada satir yang ditujukan kepada bintang Timnas Prancis sekaligus penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe.
Meski dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia dengan torehan gol yang luar biasa untuk klub maupun negaranya, Mbappe justru kerap dijadikan bahan candaan internet. Meme tersebut kembali mencuat sepanjang Piala Dunia 2026 dan banyak digunakan penggemar sepak bola dalam berbagai unggahan lucu.
Kylian Mbappe Murka Usai Dihina Senator Paraguay dengan Komentar Bernada RasisAdvertisement
Banyak penggemar mengaitkan julukan itu dengan gaya bermain Mbappe di lapangan. Sebagai penyerang, ia lebih fokus menyerang dan relatif jarang membantu pertahanan. Kondisi tersebut membuat rekan setimnya harus bekerja lebih keras saat tim kehilangan bola.
Situasi ini dianggap mirip dengan peran yang pernah dijalani Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di masa keemasan mereka, di mana kemampuan menyerang yang luar biasa dianggap mampu menutupi minimnya kontribusi bertahan.
Selain itu, sejumlah video yang memperlihatkan Mbappe mengambil ban kapten dari pemain lain, seperti Dani Carvajal di Real Madrid maupun N'Golo Kante di Timnas Prancis, ikut memicu candaan bahwa ia memiliki sifat "otoriter". Meski begitu, semua itu lebih banyak dipandang sebagai bahan humor di media sosial daripada gambaran nyata tentang kepribadiannya.
Kylian Mbappe Murka Usai Dihina Senator Paraguay dengan Komentar Bernada RasisMenariknya, meme "Dictator Mbappe" sebenarnya mulai populer pada awal 2024, bukan karena aksi di lapangan.
Saat itu, Mbappe menggugat seorang kreator konten asal Marseille sekaligus pemilik kedai kebab bernama Mohammed Henni. Penyebabnya adalah penggunaan nama Mbappe dalam deskripsi salah satu menu kebab yang menyebut rotinya "bulat seperti kepala Mbappe".
Melalui kuasa hukumnya, Mbappe meminta deskripsi tersebut dihapus dan mengancam akan membawa persoalan itu ke jalur hukum. Respons tersebut justru memicu reaksi luas di media sosial.
Kylian Mbappe Murka Usai Dihina Senator Paraguay dengan Komentar Bernada RasisHenni kemudian mengunggah tanggapan yang bernada heran karena merasa persoalan tersebut terlalu sepele untuk dibawa ke ranah hukum.
Sejak saat itu, julukan "Dictator Mbappe" semakin sering digunakan dalam berbagai meme yang menggambarkan Mbappe sebagai sosok yang selalu ingin mengendalikan situasi, baik di lapangan maupun di luar lapangan.
Popularitas meme tersebut bahkan merambah dunia musik. Pada April 2026, kreator konten sepak bola SurNevis merilis lagu berjudul "Kylian Mbappe Dictador Anthem" di berbagai platform streaming.
Lagu tersebut berhasil menarik perhatian warganet dan telah diputar lebih dari satu juta kali di Spotify. Potongan lagunya pun kerap digunakan sebagai latar video meme yang menampilkan berbagai momen lucu Mbappe selama pertandingan.
Kylian Mbappe Murka Usai Dihina Senator Paraguay dengan Komentar Bernada RasisMeski viral dan sering dijadikan bahan candaan, meme "Dictator Mbappe" pada dasarnya merupakan bagian dari budaya humor internet yang berkembang di kalangan penggemar sepak bola dan tidak mencerminkan penilaian resmi terhadap sosok sang pemain.
(kpl/gtr)