Kapanlagi.com - Paru sapi, salah satu jeroan yang menjadi primadona di meja makan, sering kali menghiasi hidangan khas Nusantara seperti paru goreng, dendeng paru, dan sambal paru. Dengan tekstur kenyal dan cita rasa yang menggugah selera, paru sapi bisa menjadi bintang di setiap kesempatan. Namun, jangan salah! Mengolah paru sapi tidak semudah memasak daging biasa.
Banyak orang menghadapi tantangan ketika mencoba menghilangkan bau amis yang sering kali mengganggu, akibat sisa darah dan lendir yang menempel. Jika tidak diolah dengan baik, paru sapi bisa menjadi alot dan kehilangan kelezatannya. Lantas, bagaimana cara merebus paru sapi agar bau amisnya hilang dan teksturnya tetap empuk?
Berikut ini adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti untuk mendapatkan hasil terbaik saat mengolah paru sapi di rumah. Yuk, simak dan siapkan diri untuk menciptakan hidangan istimewa yang tak terlupakan!
Advertisement
Di laman briliofood.net, langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengolah paru sapi adalah membersihkannya dengan teliti agar semua kotoran yang menempel bisa hilang.
Pilihlah paru sapi yang masih segar, berwarna merah muda, kenyal, dan bebas dari lendir; hindari yang berwarna merah tua atau kehitaman karena itu bisa menandakan kualitas yang kurang baik.
Potong paru menjadi beberapa bagian besar untuk memudahkan proses pencucian dan perebusan, sekaligus membantu mengeluarkan sisa darah yang tertinggal.
Gunakan air mengalir untuk membilasnya hingga bersih, pastikan semua kotoran, darah, dan lendir hilang sepenuhnya sebelum melanjutkan ke tahap perebusan. Dengan membersihkan paru sapi dengan benar, Anda bisa mengurangi bau amis yang sering menjadi tantangan dalam mengolah jeroan ini.
Untuk memastikan bau amis benar-benar hilang, paru sapi perlu direbus dua kali dengan cara berikut:
Selain perebusan dua kali, penggunaan bahan alami juga sangat efektif dalam menghilangkan bau amis pada paru sapi. Beberapa bahan yang bisa digunakan adalah:
Peras dua buah jeruk nipis dan lumurkan ke seluruh permukaan paru sapi sebelum direbus.Diamkan selama 5-10 menit agar bau amis terserap dan hilang lebih mudah saat direbus.
Selain cara merebus, teknik pemotongan paru sapi juga berpengaruh pada teksturnya setelah dimasak. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Jika tidak langsung diolah, paru sapi rebus bisa disimpan agar tetap segar lebih lama. Berikut beberapa tips penyimpanannya:
Masukkan paru rebus ke dalam wadah kedap udara sebelum disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, paru bisa bertahan hingga 2-3 hari dalam keadaan segar.
Jika ingin menyimpan lebih lama, paru sapi bisa dimasukkan ke dalam freezer dan bertahan hingga 2-3 minggu. Saat akan digunakan, cukup keluarkan dan diamkan di suhu ruang sebelum diolah lebih lanjut.Hindari menyimpan paru dalam keadaan basah:
Sebelum disimpan, pastikan paru sudah ditiriskan dengan baik agar tidak mudah berlendir atau basi. Dengan penyimpanan yang tepat, paru sapi tetap segar dan bisa diolah kapan saja sesuai kebutuhan.
Perebusan pertama bertujuan untuk menghilangkan darah dan lendir, sedangkan perebusan kedua untuk membuatnya empuk dan menghilangkan bau amis.
Bisa, tetapi hasilnya akan lebih amis. Rempah-rempah seperti serai, daun jeruk, dan jahe sangat membantu mengurangi bau.
Jika direbus dua kali, waktu total perebusan adalah 30-40 menit untuk mendapatkan tekstur yang empuk.
Tambahkan garam dan sedikit bubuk kaldu saat perebusan kedua untuk memberikan rasa gurih alami pada paru.
Bisa, tetapi hasilnya akan lebih alot dan berbau amis, sehingga tetap disarankan untuk merebus terlebih dahulu.
(kpl/srr)