Kapanlagi.com - Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) menjadi salah satu aksi korporasi paling mencuri perhatian di pasar modal Indonesia pada akhir 2025.
Menggunakan kode saham SUPA, IPO Superbank mencatatkan respons investor yang sangat kuat, bahkan menorehkan rekor tingkat kelebihan permintaan.
Berikut sejumlah fakta-fakta IPO Superbank (SUPA) yang perlu diketahui dirangkum Liputan6.com pada Selasa (16/12/2025).
Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp143,3 Miliar di 2025, Resmi Naik Kelas ke KBMI 2 Pasca IPOAdvertisement
Menjelang pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025, IPO Superbank tercatat mengalami oversubscription hingga 318,69 kali, dengan jumlah permintaan investor melampaui 1 juta order. Tingginya minat ini mencerminkan kuatnya kepercayaan pasar terhadap prospek SUPA sebagai bank digital.
Superbank Tegaskan Fundamental Bisnis Digital yang Kuat di Kuartal III 2025, Sukses Dapatkan 5 Juta NasabahSucor Sekuritas menilai lonjakan permintaan tersebut menegaskan posisi SUPA sebagai salah satu IPO terbesar di sektor perbankan digital nasional. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyebut antusiasme ini sebagai sinyal kuat kepercayaan investor terhadap fundamental dan strategi pertumbuhan Superbank.
"IPO SUPA mencetak rekor dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali. Ini menunjukkan appetite investor terhadap sektor perbankan digital masih sangat kuat," ujarnya.
Superbank Tegaskan Fundamental Bisnis Digital yang Kuat di Kuartal III 2025, Sukses Dapatkan 5 Juta NasabahSuperbank melepas 4,40 miliar saham atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan di kisaran Rp 525-Rp 695 per saham, dengan harga final berada di level Rp 635 per saham. Dengan demikian, perseroan akan meraup dana Rp 2,79 triliun dari IPO.
Superbank Tegaskan Fundamental Bisnis Digital yang Kuat di Kuartal III 2025, Sukses Dapatkan 5 Juta NasabahSekitar 70% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung ekspansi penyaluran kredit. Sisanya, sekitar 30%, dialokasikan untuk belanja modal guna memperkuat kegiatan operasional dan layanan digital perseroan.
Superbank Tegaskan Fundamental Bisnis Digital yang Kuat di Kuartal III 2025, Sukses Dapatkan 5 Juta NasabahDalam proses IPO, Superbank menggandeng sejumlah penjamin pelaksana emisi efek, antara lain Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan Sucor Sekuritas. Dukungan ini turut memperkuat kepercayaan investor terhadap IPO SUPA.
Superbank Raih Laba Bersih dan 4 Juta Nasabah dalam Setahun Sejak Peluncuran, Kinerja Semester I 2025 Tumbuh PesatHingga Juni 2025, Superbank mencatatkan total aset sebesar Rp 14,87 triliun, dengan pendapatan bunga bersih Rp 665,29 miliar dan laba bersih Rp 20,50 miliar. Manajemen juga berkomitmen membagikan dividen hingga 85% dari laba bersih, yang direncanakan mulai berdasarkan laba tahun buku 2029.
Superbank Tegaskan Fundamental Bisnis Digital yang Kuat di Kuartal III 2025, Sukses Dapatkan 5 Juta NasabahMasa penawaran umum berlangsung pada 10-15 Desember 2025, dengan distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2025. Saham SUPA resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di BEI pada 17 Desember 2025.
Dengan lonjakan permintaan yang sangat kuat dan prospek bisnis yang dinilai menjanjikan, IPO Superbank (SUPA) menjadi simbol kuatnya optimisme investor terhadap pertumbuhan sektor perbankan digital di Indonesia.
Superbank Tegaskan Fundamental Bisnis Digital yang Kuat di Kuartal III 2025, Sukses Dapatkan 5 Juta Nasabah(kpl/jje)