Intip Tren Fashion Ramadan & Idul Fitri 2026 Lewat Runway Show yang Disiarkan Live
Industri fashion Indonesia mencatat pertumbuhan positif dan berperan strategis dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, kontribusi industri fesyen mencapai 6,96 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II-2025.
Industri ini juga menyerap 1,6 juta tenaga kerja di industri kecil dan 89 ribu di industri besar. Dari data Indonesia's Digital Retail Outlook 2025, fashion juga menjadi kategori terbesar e-commerce Indonesia dengan kontribusi sekitar 16 persen dari total transaksi.
Karena tren bagus tersebut, terselenggara sebuah ajang runway show yang disiarkan live, bazar brand fashion terkurasi, live streaming booth, serta creator matchmaking di Pondok Indah Mall 3, Sabtu (10/01/2025).
Ajang fashion show ini juga menggandeng sejumlah merk fashion yang berkomitmen melakukan kurasi produk secara cermat dan memberikan penawaran terbaik.
Ada pula brand modest atau fashion muslim yang mulai melakukan perkenalan produk mreka untuk menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang tak lama lagi tiba.
Tri Boby Candra (Boby), Cluster Leader Tokopedia and TikTok E-Commerce Indonesia, menyebut bila ajang ini juga turut serta memperkuat pertumbuhan berkelanjutan industri fashion di Tanah Air.
"Fashion terus menjadi salah satu kategori dengan permintaan tertinggi. Pada Ramadan 2025, misalnya, kenaikan transaksi hijab, celana pria, pakaian dan sepatu wanita mencapai lebih dari 2 kali lipat dibandingkan Ramadan 2024," jelas Boby lewat keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/01).
Untuk memperkuat rantai industri fashion secara menyeluruh dan mendorong pertumbuhan jangka panjang, Boby menyebut pihaknya juga menginisiasi TikTok Shop by Tokopedia Fashion Playground sebagai wadah pemberdayaan brand, desainer, affiliate content creator, serta para pecinta produk fashion.
"Program ini memungkinkan penjual mengoptimalkan transaksi, khususnya lewat konten live streaming berkualitas next level berkat dukungan fashion show dan kamera profesional, sejalan dengan karakteristik produk fesyen yang membutuhkan peragaan untuk menarik minat beli," pungkas Boby.