Tren Performative Male di Kalangan Gen Z, Tunjukkan Sisi Open Minded - Suka Minum Matcha
Di kalangan gen z selalu muncul istilah-istilah baru. Akhir-akhir ini, tren performative male sedang curi perhatian. Istilah ini merujuk pada perilaku pria yang secara sengaja menampilkan sisi kepribadian, gaya hidup, dan preferensi yang dianggap disukai oleh perempuan, dengan tujuan utama memperoleh validasi. Belum lama ini, kontes performative male diadakan di Jakarta.
Akses artikel tentang performative male di Liputan6.com.
Berbeda dengan maskulinitas konvensional yang kerap diasosiasikan dengan sikap dingin, keras, dan dominan, performative male justru menonjolkan karakter terbuka (open minded), ringan, dan cenderung aesthetic.
Fenomena Performative Male juga menampilkan sisi open minded dari Gen Z laki-laki yang ingin menunjukkan kepekaan emosional hingga intelektualitas. Kreator yang satu ini cobain outfit yang identik dengan tren tersebut.
Salah satu simbol populer yang melekat dengan gaya ini adalah kebiasaan minum matcha. Minuman berwarna hijau tersebut bukan sekadar pilihan selera, tetapi juga menjadi representasi gaya hidup sehat, kalem, dan estetik yang sering dikaitkan dengan citra performative male.
Ini adalah sifat-sifat yang biasanya ada pada performative male. Namun, perilaku tersebut terkadang dianggap sebagai topeng atau citra yang dikurasi untuk menunjukkan persona tertentu yang sensitif dan peka terhadap isu sosial.
Karena tren ini sedang ramai di kalangan gen z, konten kreator di TikTok Tenue De Attire memakai gaya pakaian indie atau artsy, tak ketinggalan bawa tote bag.
Para pria di kalangan gen z ini juga sering membaca buku bertema perempuan. Kebiasaan ini menjadi bagian dari persona yang dibangun untuk menarik perhatian perempuan.
Awal Agustus 2025, konten performative male digelar di Jakarta. Jangan salah, banyak cowok gen z yang berpartisipasi. Apakah salah satu dari KLovers suka dengan pesona pria performative male.