Kapanlagi.com - Sebagai salah satu warisan nusantara yang sudah mendapat pengakuan dari kancah internasional, Batik adalah simbol dari kebudayaan Jawa. Keberadaannya memang perlu dilestarikan mengingat perkembangan teknologi industri membawa tren yang melunturkan kebudayaan daerah.
Untuk melestarikan warisan Nusantara ini, Bangsawan Tekstil yang dipimpin oleh Nur Kholis bertekad untuk berjuang meskipun mereka lahir dari kota yang sama sekali tidak identik dengan batik, yakni Gresik, Jawa Timur. Bangsawan Tekstil memulai perjalanannya sejak Februari 2011 dengan bermodalkan Rp 10 juta.
Advertisement
Nggak cuma untuk bisa tetap dinikmati keindahan dan sejarahnya, melestarikan batik dan kebudayaan ini tentunya juga bisa memberi peluang pada anak-anak untuk mengenal tradisi dan budaya mereka sendiri. Dengan aktivitas ini, diharapkan arus informasi dan teknologi yang cepat tidak akan menghalangi generasi penerus untuk mempelajari kesenian daerah.
Total 13 karyawan yang ada di Bangsawan Indonesia Tekstil merupakan pembatik, penjahit, penjaga toko, pengurus toko online dan beberapa divisi yang lain. Atas kegigihannya dalam melestarikan batik dan menggerakkan ekonomi lokal, tak heran jika Bangsawan Indonesia Tekstil mampu menjadi finalis dalam Festival Kreatif Lokal 2020 yang diadakan oleh Adira Finance.
Bekerjasama dengan Kemenparekraf RI, Festival Kreatif Lokal adalah agenda Corporate Social Responsibility (CSR) dari Adira Finance. Tema #BangkitBersamaSahabat yang diangkat dalam kegiatan ini diadakan sejak Agustus 2020 dan mencapai puncaknya pada bulan Januari 2021 lalu. Nggak cuma itu aja, Adira Finance juga menggalang donasi yang ditujukan bagi para pelaku UMKM terdampak pandemi.
(kpl/jef)