Kapanlagi.com - Setiap tahun, Hoegeng Awards menjadi sorotan utama dalam dunia kepolisian, merayakan para anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menunjukkan dedikasi, inovasi, dan integritas dalam melayani masyarakat. Inisiatif ini lahir dari gagasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan kini telah memasuki tahun keempat sejak peluncurannya pada 2022.
Nama Hoegeng Awards diambil dari sosok legendaris, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang dikenal karena kejujuran dan prinsipnya yang teguh dalam menjalankan tugas. Bahkan, Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pernah berkelakar bahwa "hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng."
Lebih dari sekadar penghargaan, Hoegeng Awards menjadi bukti bahwa masih banyak polisi yang berintegritas dan layak mendapat penghormatan dari masyarakat. Tahun ini, Hoegeng Awards 2025 kembali mengajak publik untuk berperan aktif dalam memilih polisi teladan melalui proses seleksi yang transparan dan melibatkan berbagai pihak.
Advertisement
Hoegeng Awards pertama kali digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada tahun 2022 dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR. Saat itu, Polri sedang menghadapi tantangan citra akibat berbagai kritik publik, termasuk munculnya tagar viral seperti Percuma Lapor Polisi dan Satu Hari Satu Oknum. Dalam upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat, lahirlah ide untuk memberikan penghargaan bagi polisi yang benar-benar bekerja dengan dedikasi dan integritas.
“Kemudian ke depan semakin banyak Hoegeng Hoegeng yang bentuk integritas anggota-anggota kami. Dan ini tentunya kami mewakili institusi Polri, mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan seluruh anggota telah bekerja keras luar biasa,” kata Jenderal Sigit, mengutip situs tribratanews.babel.polri.go.id
Penghargaan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi tolok ukur bagi Polri untuk terus berbenah. Sejak pertama kali digelar, Hoegeng Awards terus berkembang. Jika pada 2022 hanya ada tiga kategori penghargaan, kini jumlahnya bertambah menjadi lima kategori yang mencakup berbagai aspek pengabdian polisi terhadap masyarakat.
Pada tahun 2025, Hoegeng Awards kembali memberikan penghargaan kepada lima kategori polisi teladan:
Setiap kategori memiliki standar penilaian ketat yang melibatkan dewan pakar independen. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka untuk menghindari unsur subjektivitas.
Masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses seleksi dengan mengusulkan nama polisi yang mereka anggap layak menerima penghargaan. Berikut tahapan seleksi Hoegeng Awards 2025:
Dengan adanya mekanisme ini, diharapkan pemilihan polisi teladan benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat dan transparansi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sejak pertama kali diadakan, Hoegeng Awards telah memberikan penghargaan kepada banyak polisi inspiratif. Berikut adalah daftar penerima penghargaan dalam tiga tahun terakhir:
Dengan rekam jejak yang kuat, penghargaan ini diharapkan terus menjadi motivasi bagi anggota Polri lainnya untuk meniru teladan para pemenang sebelumnya.
Hoegeng Awards adalah penghargaan bagi polisi teladan yang memiliki integritas, dedikasi, dan inovasi dalam menjalankan tugasnya.
Masyarakat umum dapat mengusulkan nama polisi melalui formulir digital.
Pemenang ditentukan melalui proses seleksi ketat yang melibatkan Dewan Pakar dan uji publik.
Penghargaan ini mendorong polisi untuk bekerja lebih baik dan transparan, sekaligus menginspirasi publik bahwa polisi jujur masih ada.
(kpl/rmt)