Kapanlagi.com - Daging merah merupakan salah satu bahan pangan yang dapat dijadikan beragam olahan, seperti rendang, steak, sup, gulai, sate, bahkan ditumis dengan saus favorit.
Di balik kenikmatan mengonsumsi daging merah, sayangnya masih ada yang skeptis. Yup, masih ada yang bilang kalau daging merah bisa bikin kolesterol naik apalagi jika pengolahannya dipanggang. Padahal hal tersebut nggak melulu benar lho.
"Banyak masyarakat yang ragu karena red meet (daging merah) selalu dijadikan kambing hitam. Red meat bisa menjadi cherry on top karena tubuh kita butuh zat (zinc) yang nggak bisa diproduksi sendiri, tapi bisa didapatkan dari sumber makanan alami, yaitu daging merah," jelas Pakar Gizi Emilia Achmadi dalam acara Beef Talk yang diinisiasi Meat and Livestock Australia (MLA) melalui True Aussie Beef, pada Rabu (8/12), di Tamarind and Lime, Jakarta.
Lebih lanjut, Emilia menjelaskan ketika mengonsumsi daging merah, zinc atau seng yang terdapat didalamnya menjadi salah satu zat paling krusial dalam pembentukan imunitas tubuh. Oleh karena itu, ketika mengonsumsi daging merah yang perlu diperhatikan adalah takarannya.
"Normalnya saya menganjurkan mengonsumsi daging merah 450-500 gram per minggu atau 3-4 kali seminggu, di mana setiap prosinya adalah 100-125 gram sekali makan," jelas Emilia.
Ketika akan mengonsumsi daging merah, Emilia juga menyarankan untuk memilih daging merah rendah lemak, berkualitas yang rendah kalori, serta tinggi kandungan protein, zat besi, dan zinc. Salah satu rekomendasinya adalah daging dari Australia.
Meat and Livestock Australia (MLA) hadir membantu menyediakan kebutuhan daging sapi dan domba dari Australia
(kpl/wri)