Merajut Masa Depan Indonesia: Kolaborasi untuk Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Kapanlagi.com - Ratusan pemimpin, pemikir, dan aktivis dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Kura Kura Bali dalam Forum Merajut Masa Depan Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Upaya Indonesia Damai (United in Diversity Foundation/UID). Mengadopsi nilai-nilai luhur Tri Hita Karana, forum ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berkomitmen mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Mari Elka Pangestu, Dewan Pembina UID sekaligus Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menekankan bahwa nilai-nilai Tri Hita Karana dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan masa kini. “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) memberikan kita peta jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Tri Hita Karana sejalan dengan prinsip-prinsip SDGs. Dengan mengutamakan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan, kita dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan global tersebut,” ujarnya.

Indonesia, dengan kekayaan budaya dan sumber daya alam yang melimpah, kini berada di ambang transformasi besar menuju visi Indonesia Emas 2045. Untuk mencapainya, diperlukan kolaborasi kuat dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat sipil. Sinergi ini menjadi kunci menghadapi tantangan kompleks seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan disrupsi teknologi.

Advertisement

Forum yang digelar di Three Mountains, Kura Kura Bali, juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap visi menciptakan persatuan dan harmoni. “Forum Merajut Masa Depan Indonesia mengingatkan kita semua pada semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman agama, budaya, dan suku, Indonesia membuktikan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan untuk saling memahami dan menghargai,” katanya.

Dukungan terhadap forum ini dianggap penting mengingat kondisi global yang semakin kompleks. “Tantangan ini menuntut solusi yang berakar pada inovasi, toleransi, kolaborasi, dan kemanusiaan. Kami sangat mengapresiasi upaya UID dalam memfasilitasi dialog dan kerja sama antar berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan global ini,” tambahnya.

1. Suasana Harmoni

Credit: Istimewa

Acara dimulai dengan doa bersama lintas agama, menciptakan suasana harmoni dan toleransi. Dalam panel diskusi, para tokoh nasional berbagi pandangan mendalam tentang isu-isu strategis bangsa. Peserta juga aktif berdialog untuk merancang solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan.

“Hari ini, kita berkumpul bukan hanya untuk sebuah acara, tetapi untuk tujuan bersama – sebuah momen untuk kembali terhubung,” ujar Tantowi Yahya, Ketua UID, dalam keterangan persnya. “Kehadiran Anda di sini, dari berbagai penjuru dunia, mencerminkan komitmen kolektif kita untuk menciptakan masa depan yang lebih harmonis dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Forum Merajut Masa Depan Indonesia merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan UID sejak 2018. Melalui berbagai kegiatan, UID berupaya mendorong kolaborasi lintas sektor dan mempromosikan nilai-nilai kebinekaan. “Kami berharap forum ini menjadi titik awal bagi sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan akademisi dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup Tantowi.

2. Didukung Tokoh Nasional

Credit: Istimewa

Forum ini turut didukung oleh tokoh-tokoh nasional strategis, seperti Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), Mugiyanto (Wakil Menteri Hak Asasi Manusia), Lucia Karina (VP Public Affairs, Communications, and Sustainability Indonesia, Coca-Cola Europacific Partners), dan M. Irvan Efrizal (Direktur Self Learning Institute). Moderasi acara dipandu oleh Dr. Suyoto, Wakil Ketua Yayasan Upaya Indonesia Damai.

Visi Indonesia Emas 2045, yang mengedepankan harmoni, kesejahteraan, dan keberlanjutan, menjadi inspirasi utama forum ini. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, forum ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, mari bersama-sama kita wujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan wariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

    (kpl/glk)

 

Topik Terkait