Kapanlagi.com - Perempuan asal Kota Malang, Armitha Seha Safitri (30) meninggal dunia di Australia setelah sebelumnya koma dan menjalani perawatan di rumah sakit. Almarhumah terlibat kecelakaan hebat, setelah mobil yang ditumpanginya ditabrak kendaraan lain di Highway Wynarka, Australia Selatan.
Nahasnya, jenazah almarhumah tidak bisa pulang ke kampung halaman dalam waktu dekat. Pasalnya biaya pemulangan jenazah dari negeri Kanguru itu cukup besar yang sulit dipenuhi oleh keluarga.
"Kami cuma bisa pasrah. Kayak nggak tahu lagi harus ngapain," tegas Robi Yahya Bahtiar, adik kandung almarhumah, Kamis (13/7).
Advertisement
Mitha mengalami luka serius akibat insiden itu dan dilarikan ke Flinders Medical Center. Pihak medis sudah pesimistis jika nyawanya sudah tidak mungkin bisa diselamatkan.
Mitha sendiri adalah pemegang visa Working Holiday Visa (WHV) yang bekerja paruh waktu di Autralia sejak September 2022. Mitha mengejar impian yany dicita-citakan sejak kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk bekerja dan tinggal di luar negeri.
"Padahal, kakak saya baru dapat perpanjangan visa selama 3 tahun. Dia juga janji ke keluarga untuk pulang dulu tahun ini," ujar Robi.
"Pernah dia dulu ikut pertukaran pelajar ke Jepang, tapi nggak ada biaya. Sempat juga les bahasa Korea. Cita-citanya baru kesampaian baru September 2022 lalu, tapi sekarang sudah kayak gini,'' kenangnya.
Namun, pihak KJRI di Australia hanya bisa membantu untuk pembuatan visa, sementara keluarga tidak memiliki cukup biaya untuk berangkat ke sana. Karena kondisi keluarga tidak dapat mendampingi almarhumah saat berpulang.
Robi menuturkan jika pihak keluarga merasa tidak berdaya atas kabar tersebut. Bagaimanapun, biaya seluruhnya itu tak mungkin didapatkan dalam waktu singkat.
Kini, keluarga hanya bisa berharap uluran tangan dari pemerintah dan KJRI untuk bisa memulangkan jenazah Armitha.
Dua komunitas imigran Indonesia di Australia membuka donasi untuk Mitha. Mereka adalah Indo Peduli Adelaide dan Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan (MIIAS). Informasinya terakhir sudah terkumpul AUS$7500
Keluarga memohon maaf dan berterima kasih banyak kepada para teman-teman imigran dan donatur yang rela berkorban membantu korban.
(kpl/DAR/dyn)