Pesan Liffi Wongso dan WD Willy untuk Ilustrator Muda

Kapanlagi.com - Ajang FINNA ART 2026 tak hanya menjadi ruang pameran bagi sepuluh ilustrator muda berbakat, tetapi juga menjadi momen berharga untuk berbagi wawasan seputar dunia industri kreatif. Digelar di kawasan Fatmawati City Center, acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 50 tahun PT Sekar Laut Tbk.

Di tengah gemerlap pameran dan deretan merchandise hasil karya para finalis, dewan juri FINNA ART 2026 turut menitipkan sejumlah pesan penting bagi generasi muda yang bercita-cita berkarier di dunia ilustrasi.

Sebelum sampai pada momen pameran, tim juri harus melewati proses seleksi yang tidak mudah. Liffi Wongso mengungkapkan bahwa dari sekitar 400 karya yang masuk, timnya harus menyaring satu per satu hingga akhirnya menentukan sepuluh finalis terbaik.

Advertisement

"Memilih 10 besar itu cukup sulit. Dari sekitar 400 karya yang masuk, ada banyak karya yang sampai kami lihat berulang kali sebelum akhirnya menentukan 10 finalis. Setelah melihat hasil akhirnya diproduksi menjadi merchandise, karya-karya mereka memang kuat, menarik, dan punya karakter masing-masing. Menurut saya, mereka memang layak berada di 10 besar," ujar Liffi Wongso.

1. Jangan Takut Tampilkan Karya ke Publik

Usai melewati proses seleksi ketat tersebut, Liffi menegaskan bahwa kunci utama bagi ilustrator muda adalah terus berkarya tanpa henti. Menurutnya, keberanian untuk memperkenalkan karya kepada publik lewat ajang seperti FINNA ART dan ARTKET menjadi langkah penting membangun kepercayaan diri.

"Oh ya tipsnya adalah terus berkarya karena karyanya bagus-bagus banget. Terus dengan kalian datang ke sini dan ke Artket mungkin dari temen-temen yang lainnya berpameran dan juga berjualan, kita bisa kasih lihat bahwa karya kalian tuh nggak kalah juga lho dan bagus gitu. Jadi layak untuk bisa dipromosikan dan kalian boleh pede untuk terus berkarya," pesan Liffi dengan tulus.

Menurut Liffi, para finalis yang tergabung dalam FINNA ART 2026 sejatinya memiliki bekal yang cukup untuk melangkah lebih jauh. Ia berharap kesempatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk terus mengasah kemampuan tanpa rasa minder.

2. Kolaborasi dengan ARTKET Jadi Nilai Plus

Tahun ini, FINNA ART tampil beda dengan menggandeng ARTKET sebagai partner kolaborasi. National Marketing Communication Manager PT Sekar Laut Tbk, Wenny Viana, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi pembeda signifikan dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang hanya berupa exhibition biasa.

"Oke, kalau ditanya tentang perkembangan ya ini jelas tahun kedua, kita sudah sangat banyak belajar juga di tahun lalu. Tapi antara tahun lalu dengan tahun ini nggak bisa menjadi head-to-head karena totally berbeda ya. Kalau tahun lalu itu kita exhibition aja, tapi tahun ini selain exhibition kita bisa berkolaborasi dengan Artket ya. Kita juga melahirkan banyak sekali merchandise dari hasil-hasil karya para pemenang ini dan bisa dilihat cukup banyak sekali detail-detail merchandise dan puji tuhan dari pagi sampai sekarang banyak banget yang udah laku Kak, dan juga ada banyak yang sold out juga. Gitu. Jadi kalau ditanya perbedaan juga dan perkembangan ya jelas tahun ini sudah sangat-sangat sekali berkembang begitu. Itu sih. Semoga menjawab. Jadi semangat buat Fin-Art ke depannya semoga jadi makin bagus," tambahnya lagi.

Antusiasme pengunjung terhadap merchandise hasil kolaborasi dengan ARTKET pun terbilang tinggi, bahkan beberapa produk dilaporkan telah terjual habis sejak pagi hari.

3. Kesempatan Emas Bangun Portofolio

Senada dengan Liffi, ilustrator profesional WD Willy turut memberikan pandangannya soal pentingnya momen ini bagi para finalis. Ia menilai keikutsertaan dalam FINNA ART menjadi batu loncatan berharga untuk membangun portofolio profesional di industri kreatif.

"Singkat aja, tapi menurut aku tipsnya ya tadi sebenernya ini udah apa ya bisa dibilang step yang bagus banget sih menurut aku begitu apalagi mungkin buat temen-temen yang mungkin baru atau apa, tapi menurut aku kayaknya nggak baru sekali karena skill-nya udah bagus semua. Tiba-tiba udah diajak pameran langsung sama dari brand Finna menurutku ini udah step yang bagus banget buat ke depannya bisa jadi portofolio banget kan. Ya selama tetep dikembangin terus pasti bisa sih pasti," pungkas pria tersebut.

Pesan positif juga datang dari pihak penyelenggara. Wenny berharap para ilustrator muda tidak berpuas diri hanya sampai pada karya dua dimensi, melainkan berani mengembangkannya menjadi produk kreatif yang lebih luas jangkauannya lewat kolaborasi seperti dengan ARTKET.

"Oke, jadi ke depannya adalah karya-karya dua dimensi yang nggak cuma stay jadi karya dua dimensi gitu. Jadi bisa diaplikasikan jadi merchandise. Hopefully nanti bisa dimiliki sama orang dan juga dilihat sama banyak mata gitu. Dan juga kan promosi-mannya juga diangkat ya di sosial media Finna dan juga sosial media masing-masing. Itu juga jadi salah satu media promosi supaya nanti si seniman atau ilustratornya jadi bisa memanjangkan brand-nya gitu. Jadi nanti ke depannya jika ingin bikin merchandise sendiri, bangun brand-nya udah nggak susah lagi gitu," jelas Wenny penuh harap.

Rangkaian pesan dari para juri dan pihak brand ini diharapkan mampu menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda Indonesia yang tengah merintis jalan di dunia ilustrasi, agar terus percaya diri mengembangkan bakat dan berani unjuk karya ke hadapan publik.

    (kpl/pur/ums)

 

Topik Terkait