Kapanlagi.com - Kolaborasi desainer Indonesia dan Prancis melalui PINTU Residency 2026 kini mendapat kesempatan untuk tampil di panggung mode internasional. Setelah menjalani residensi selama empat bulan di Indonesia dan memperkenalkan hasil karyanya di JF3 Fashion Festival 2026, dua koleksi bertajuk GARUDA dan AU LARGe hadir di Premiere Classe Paris pada 2–5 Oktober 2026.
Kedua koleksi tersebut merupakan hasil eksplorasi kreatif bersama artisan dari Lombok dan Mojokerto. Melalui ajang ini, karya kolaboratif para desainer diperkenalkan kepada buyer dan pelaku industri mode internasional, sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan kreativitas Indonesia di pasar global.
PINTU Residency merupakan bagian dari program PINTU Incubator yang mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman melalui kolaborasi kreatif. Jika pada 2025 program ini mempertemukan desainer Prancis dengan artisan Indonesia, tahun ini PINTU menghadirkan format creative pairing yang memasangkan desainer Indonesia dan Prancis untuk menciptakan koleksi bersama.
Advertisement
Program yang berlangsung pada April hingga Juli 2026 ini melibatkan Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella dari Indonesia, serta Mickael Nana dan Lisa Rayar dari Prancis. Selama menjalani residency, mereka berada di bawah kurasi Thresia Mareta, Pascaline Wilhelm, dan Carol Meyer.
Pengalaman para desainer tidak hanya berfokus pada pembelajaran teknik tekstil. Mereka juga berkesempatan tinggal lebih dekat dengan lingkungan tempat keterampilan tersebut berkembang, bekerja bersama komunitas artisan, serta memahami konteks budaya yang kemudian menjadi bagian dari proses pengembangan koleksi.
Thresia Mareta, Co-Initiator PINTU Incubator dan Founder LAKON Indonesia, menjelaskan bahwa program residensi memberikan ruang bagi desainer untuk keluar dari perspektif yang selama ini mereka kenal dan menemukan pendekatan kreatif yang baru.
"Residency bukan hanya tentang mempelajari teknik atau menghasilkan sebuah koleksi, tetapi tentang bagaimana desainer ditempatkan di luar dari apa yang sudah mereka kenal. Ketika desainer Indonesia dan Prancis bekerja bersama, mereka membawa cara pandang dan pengalaman yang berbeda. Dari proses itu, mereka dapat melihat kembali material, keterampilan, bahkan budaya yang mungkin selama ini terasa familiar dari perspektif yang baru. Bagi kami, di situlah nilai penting sebuah residency, ketika pertukaran tersebut membuka cara baru bagi seorang desainer untuk melihat dan menciptakan," jelas Thresia Mareta.
Partisipasi di Premiere Classe Paris bukan satu-satunya agenda internasional yang diikuti para peserta PINTU Residency 2026. Para Incubees PINTU Incubator 2026 juga akan mengikuti Focus Week Paris, sebuah program yang mencakup workshop di sekolah mode serta kunjungan ke sejumlah institusi kreatif dan budaya di Paris.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta berkesempatan mengenal lebih jauh ekosistem fashion Prancis, mulai dari pendidikan, perkembangan industri, craftsmanship, hingga kekayaan budayanya. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan kreativitas maupun bisnis mereka.
Soegianto Nagaria, Chairman JF3 sekaligus Co-Initiator PINTU Incubator, menyampaikan bahwa kehadiran program ini di Paris memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan karya desainer Indonesia ke pasar internasional.
"Bagi kami, membawa PINTU ke Paris bukan sekadar memperkenalkan karya ke pasar internasional. Para peserta juga perlu melihat dan memahami bagaimana industri fashion di negara lain. Melalui Premiere Classe dan Focus Week Paris, mereka dapat bertemu dengan pelaku industri sekaligus mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Soegianto Nagaria.
Komitmen untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta mode Indonesia juga diwujudkan melalui pengembangan PINTU secara berkelanjutan. Pada 2026, Yayasan PINTU Incubator Indonesia telah dibentuk sebagai landasan untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan program di masa mendatang.
Saat ini, PINTU memiliki tiga program utama yang dirancang sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan para pelaku industri mode, yaitu PINTU Incubator, PINTU Accelerator, dan PINTU Residency.
Kehadiran PINTU Residency 2026 di Paris sekaligus melanjutkan rangkaian kolaborasi yang telah berlangsung di Indonesia. Dimulai dari eksplorasi bersama artisan di Lombok dan Mojokerto hingga pengembangan brand melalui PINTU Incubator, seluruh program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem mode lokal.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PINTU terus membuka kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperkaya pengalaman, membangun jejaring lintas negara, serta mengenal lebih dekat dinamika pasar fashion internasional.
(kpl/jje)