Selalu Ada Solusi Buat Hubungan Beda Usia yang Sedang Kamu Jalani, Temukan Lewat #SpeakUpForLove!

Kapanlagi.com - Menjalani hubungan beda usia memang ada tantangannya tersendiri. Mulai dari keraguan yang mungkin muncul di dalam diri sendiri, hingga pandangan miring dari orang-orang sekitar. Namun, bukan berarti nggak ada solusi buat mengatasinya. Menariknya, konsep 3B alias Bibit Bebet Bobot yang selama ini sering banget kita dengar, terutama dari para orang tua, bisa dijadikan solusi.

Jangan salah, meski zaman terus berubah, nyatanya konsep 3B ini masih terbilang relevan diterapkan sampai sekarang. Kamu bahkan bisa memanfaatkannya sebagai ‘filter’ untuk menentukan tipe pasangan yang tepat.

Nggak terkecuali, buat menemukan solusi hubungan beda usia yang tengah kamu jalani. Siapa tahu dengan menerapkan konsep 3B ini, hubungan harmonis yang begitu diidam-idamkan, bisa diwujudkan bersama. Penasaran gimana caranya? Berikut tips yang bisa kamu pertimbangkan.

Advertisement

Pahami Perbedaan Latar Belakang Satu Sama Lain Sebagai Kriteria Bibit

Hal pertama yang harus dipahami bersama dalam menjalin hubungan adalah menyelaraskan perbedaan satu sama lain, termasuk perbedaan usia. Hal ini salah satunya berhubungan dengan kriteria Bibit yang lekat dengan asal-usul atau garis keturunan. Nggak melulu harus keturunan darah biru, tapi penting untuk tetap melihat dari mana ia berasal, serta dengan cara apa dan oleh siapa ia dididik.

Sebab, semua hal tersebut bakal menentukan watak dan karakter satu sama lain. Bagaimanapun, watak orang tua biasanya berpotensi diturunkan kepada anak-anaknya. Apabila hal ini bisa dipahami satu sama lain, maka segala permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan atau disikapi dengan kepala dingin. Di dalam hubungan beda usia, poin ini jadi sangat penting sehingga tidak ada pihak yang merasa lebih tahu, atau sebaliknya, merasa didominasi.

Kepribadian Juga Wajib Diselaraskan Sebagai Perwujudan Bebet

Sebelum menyatukan pandangan bersama, ada baiknya mengenal lagi lebih dalam tentang kepribadian satu sama lain. Poin penting yang perlu diperhatikan tanpa memandang usia ini adalah perwujudan dari kriteria Bebet. Jika di masa lalu, bebet ini acap digambarkan sebagai pembawaan diri lewat penampilan macam cara berpakaian dan status sosial, maka di masa sekarang bisa dilihat dari kepribadian masing-masing.

Secara umum, kepribadian manusia dibedakan menjadi empat macam, yaitu sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris. Sanguinis identik dengan kepribadian yang optimis, penuh semangat, mudah bergaul, suka diperhatikan dan cenderung mendominasi. Adapun orang dengan kepribadian melankolis cenderung jadi pemikir, kurang menyukai keramaian, peduli sekitar, detail dan perfeksionis. Namun, gampang khawatir.

Sementara plegmatis cenderung suka kedamaian, nggak suka memihak alias netral, tapi suka membantu orang lain. Orang dengan kepribadian ini juga kerap jadi pendengar yang baik dan humoris. Sedangkan koleris dikenal cerdas, kerap mengedepankan logika, berkemauan keras, serta jago mengambil keputusan yang tepat. Sayangnya, orang dengan kepribadian ini juga dikenal mudah marah dan keras kepala.

Paling nggak, dengan memahami kepribadian satu sama lain, kalian berdua bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan begitu, hal-hal yang bisa menyulut permasalahan gara-gara perbedaan usia bisa dihindari saat mencoba menyatukan pandangan dalam menjalin hubungan.

Sebagai Pelengkap, Wajib Banget Open Minded untuk Merepresentasikan Bobot

Kriteria ketiga yang nggak boleh diabaikan sebagai pelengkap adalah Bobot. Kriteria ini kerap diidentikkan dengan kualitas diri baik secara lahir dan batin. Selain itu, bobot juga erat kaitannya dengan keimanan, pendidikan, pekerjaan, kecakapan dan perilaku satu sama lain. Di era modern ini, bobot juga bisa diterapkan dengan pola pikir terbuka atau open minded. Sikap tersebut dibutuhkan agar kalian berdua bisa menyikapi segala masalah sebagai bagian dari pendewasaan diri. Jangan salah, meskipun pasangan kalian jauh lebih tua maupun lebih muda, pendewasaan diri adalah proses yang akan terus berlangsung, lho!

Jangan sampai perbedaan dijadikan masalah. Lebih-lebih jika kalian berdua sudah komitmen untuk siap menjalani hidup bersama. Sebaliknya, segala perbedaan perlu diselaraskan dengan pemikiran terbuka dan disikapi secara bijaksana. Lagipula nggak ada manusia yang sempurna, kan? Bagaimanapun hakekat hidup bersama adalah saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

Well, jika konsep 3B tersebut bisa kamu terapkan, perbedaan usia pun nggak lagi jadi hambatan untuk mendapatkan chemistry yang lebih baik dalam menjalin hubungan. Nah, biar dapat inspirasi sekaligus motivasinya, kamu bisa menonton webseries yang dihadirkan secara spesial oleh Closeup bertajuk #SpeakUpForLove.

Selain menyuguhkan topik percintaan yang menarik dan diperankan artis-artis top, seperti Bayu Skak, Abibayu dan Lawrance Anzela, kisahnya bisa jadi relate banget dengan apa yang kamu alami, terutama yang punya problem kisah cinta beda usia. Jangan sampai ketinggalan jadwal tayangnya, stay tune dengan follow Instagram @closeupID biar selalu mendapatkan informasi terbaru tentang webseries tersebut.

Setelah nonton, jangan lupa untuk mengaplikasikannya pesan-pesannya dengan berani #SpeakUpForLove secara percaya diri menggunakan pasta gigi Closeup. Semoga hubungan harmonis yang kamu dambakan bersama pasangan bisa lekas terwujud, ya!

    (kly/tmi)

 

Topik Terkait