Kapanlagi.com - Aksi sindikat curanmor kembali beraksi. Baru-baru ini, sindikat pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di Kota Malang membeli STNK dan BPKB secara online.
Para pelaku juga mengganti nomor rangka dan nomor mesin sesuai STNK dan BPKB. Kemudian, mereka menjual hasil kejahatannya tersebut.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa pelaku mengubah nomor rangka dan nomor mesin kendaraan hasil curian. Aksinya ini dilakukan untuk disesuaikan dengan surat-surat asli yang dibeli melalui forum jual beli melalui media sosial.
Berbulan-Bulan Buron Kasus Senpi Ilegal, Dito Mahendra Pacar Nindy Ayunda Berhasil Diamankan PolisiAdvertisement
"Jumlah pelaku seluruhnya 5 orang, 2 orang pemetik (eksekutor) dan 3 orang sebagai penadah," tegas Kombes Budi Hermanto di Mapolresta Malang Kota, Kota Malang, Selasa (5/9).
Awalnya Polresta Malang Kota menangkap pelaku curanmor, MS warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dan RD warga Kabupaten Blitar. Keduanya pelaku curanmor jenis sepeda motor trail di daerah Kawasan Sudimoro Kota Malang dan mengaku telah menjual sepeda motor tersebut ke Pasuruan.
Selanjutnya, ditangkap tiga orang penadah masing-masing EC warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, serta AKH dan AZ warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Denny Sumargo Beri Pesan Menohok Terkait Masalahnya dengan Verny Hasan: Jangan Nakal Sama DJSehingga sepeda motor hasil pencurian tersebut seolah-olah dilengkapi dengan BPKB dan STNK. Pelaku pun mengaku dapat menjual sepeda motor tersebut dengan harga lebih tinggi di pasaran, dibandingkan dijual tanpa kelengkapan surat-surat.
“Pelaku menjual kendaraan hasil curian tidak jauh dari harga pasar. Pembeli juga tidak merasa curiga karena nomor yang tertera sesuai dengan surat-surat," terangnya.
Ingin Tenangkan Diri Usai Bebas dari Penjara, Ferry Irawan Berencana Umrah Bareng Ibunda"EC menghubungi AKH, meminta MS agar mencari (mencuri) kendaraan yang sesuai dengan jenis BPKB yang dibelinya itu," kata Anton.
Selanjutnya, MS dan RD beraksi dengan sasaran jenis kendaraan berdasarkan pesanan tersebut. Kendaraan sesuai pesanan tersebut kemudian diserahkan kepada tersangka AKH.
Tersangka AKH kemudian menghubungi EC agar dilakukan pembayaran kepada MS. Peran AKH juga membongkar rumah kunci kendaraan dan mengganti dengan yang baru, sementara AZ mengubah nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.
Berbulan-Bulan Buron Kasus Senpi Ilegal, Dito Mahendra Pacar Nindy Ayunda Berhasil Diamankan Polisi"Setelah nomor rangka dan nomor mesin tersebut sesuai dengan BPKB dan STNK yang dibeli, EC menawarkan kendaraan tersebut secara online untuk mencari pembeli," katanya.
Sejumlah peralatan untuk menulis ulang nomor rangka juga turut disita sebagai barang bukti. Disita pula puluhan plat nomor yang diduga digunakan sebagai sarana kejahatan.
Atas perbuatannya, MS dan RD dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun, sementara EC, AKH dan AZ dijerat dengan Pasal 363 dan atau 480 Juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun.
Gara-gara Verny Hasan, Denny Sumargo Mengaku Pernah Didatangi 'Intel' Saat Masih Ngekost
(kpl/dar/slm)