Kapanlagi.com - Berbagai lini semakin produktif pasca pandemi usai salah satunya sektor fashion. Industri ini berkembang pesat seiring dengan unsur-unsur khas daerah yang semakin mewarnai. Hal itu pula lah yang muncul dalam karya terbaru kolaborasi antara Rose.Ma.Lina x Sofie.
Ya, mereka mengangkat pesona etnik Dayak dari Kalimantan yang bisa jadi belum banyak disentuh desainer lain. Tema yang diangkat dalam karya kolaborasi dua perancang busana berbakat ini adalah Isen Mulang yang diambil dari bahasa Dayak bermakna pantang menyerah.
Tema Isen Mulang yang ditampilkan dalam karya busananya, menggambarkan anak muda Kalimantan yang pantang menyerah. Bisa menjalani hidup di era globalisasi yang serba modern dan maju. Namun tak melupakan kearifan lokal.
Advertisement
Koleksi Rose.Ma.Lina x Sofie ini, ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 lalu, di Great Hall Pos Bloc Jakarta.
Karena terinspirasi dari budaya Dayak, seluruh konsep hingga bahan material produk ini diambil dari Kalimantan. Terutama material kain baik yang berbahan tenun, katun, satin, hingga sutra tafetta.
Untuk warna, ia memilih tampilan yang lebih natural dan alami. Seperti warna hitam, cokelat, dan keemasan. Pilihan warna itu kata dia, menmpilkan look yang lebih elegan dan berkarakter.
(kpl/tdr)