Kapanlagi.com - Supiyah (93) tahun ini sejatinya mendapat kesempatan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Seluruh Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pun sudah terbayar lunas sebelum batas akhir.
Bahkan pihak KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) beberapa waktu lalu telah mengirimkan perlengkapan hajinya. Tetapi Supiyah dan keluarga kemudian memutuskan untuk tidak berangkat dengan sejumlah pertimbangan.
"Sak karepe (terserah) wis, yo pengin (ingin) sakjane (sebenarnya)," kata Supiyah saat ditemui di rumahnya, Jalan Kyai Perseh Jaya 38 Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (23/5).
Advertisement
Namun pada musim haji 2023, hanya Supiyah yang mendapatkan panggilan untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Karena itu keluarga kemudian mempertimbangkan keberangkatan Supiyah, jika tanpa pendampingan dari keluarga.
"Dipikir-pikir nanti kerepotan di sana. Akhirnya tidak jadi berangkat," tegas Abdul Hayyi, menantu Supiyah.
"Kalau yang mendampingi orang lain, tidak tega. Kalau thawaf mungkin bisa tetapi kalau keseharian di kamar, ke kamar mandi, buang air, rasanya kok tidak tega, kalau bukan keluarganya sendiri, nggak tega," jelasnya.
"Kalau aktivitas keseharian normal. Pelan-pelan tapi dapat mengerjakan sendiri. Tetapi kadang juga agak pikun," jelasnya.
"Tidak tega (ke petugas juga) kalau bukan anaknya yang mengerjakan itu," tegasnya.
"Ini belum waktunya saja," tegasnya.
(kpl/dar/dyn)