Bak 'Cakar Ayam', Inilah Tulisan Resep Dokter Terjelek di Dunia

Selasa, 20 Oktober 2015 17:48 Penulis: Arai Amelya
Bak 'Cakar Ayam', Inilah Tulisan Resep Dokter Terjelek di Dunia
Ilustrasi dokter memeriksa pasien © sarvgyan.com

Kapanlagi Plus - Apakah satu hal yang paling identik dengan dokter? Berjas putih? Selalu membawa stetoskop? Selalu berbau obat? Ya, ya ya. Namun ada satu lagi yang sangat identik dengan dokter yakni mereka punya tulisan yang mayoritas dianggap jelek bak cakar ayam kala menulis resep obat.

Bahkan saking kacaunya, tulisan dokter biasanya sulit dibaca oleh pasien. Namun tenanglah, ternyata tulisan dokter yang jelek itu tak cuma terjadi di Indonesia, melainkan di berbagai belahan Bumi lainnya. Dan sekarang ada sebuah tulisan resep dokter asal Inggris yang tengah menjadi perbincangan netizens.

Kalau dilihat-lihat kamu masih bisa membaca nama obat di baris pertama. Ya, jenis obat yang ditulis adalah Fluticasone 0,05% crm #15. Kalau kamu bingung untuk apa Fluticasone itu, ternyata itu adalah obat yang diberikan kepada pasien dengan alergi kulit parah. Sementara itu bagaimana dengan tulisan selanjutnya? Mungkin hanya si dokter dan Tuhan yang tahu.

Inilah tulisan tangan resep dokter terjelek di dunia © mirror.co.ukInilah tulisan tangan resep dokter terjelek di dunia © mirror.co.uk

Sudah jelas jika fokter yang namanya tak diketahui ini menulis sebuah resep yang tulisannya tak mirip huruf normal. Bahkan sekilas mirip dengan tanda monitor pemantau detak jantung saat operasi atau malah sandi rumput Pramuka. Kamupun pasti bakal kesulitan mencari tahu adakah kata-kata di dalam resep itu, seperti dilansir Mirror.

Coretan dokter itupun ramai di media sosial dengan postingan bertuliskan, 'Mengapa apoteker tak bisa menyiapkan obat dalam 15 menit?'. Cukup beralasan sih, karena tulisan resep yang acak kadut ini tentu bikin mata seorang apoteker harus berakomodasi maksimal karena kesulitan menemukan jenis obat yang diinginkan.

Nah lho kamu yang bekerja sebagai seorang apoteker, tetap semangat ya. Hidup memang keras, bung!

(mir/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI