Bangkai QZ8501 Ditemukan, CEO AirAsia: Sungguh Menyedihkan

Jum'at, 16 Januari 2015 13:09 Penulis: Arai Amelya
Bangkai QZ8501 Ditemukan, CEO AirAsia: Sungguh Menyedihkan
Tony Fernandes ┬ęKualaLumpurPost

Kapanlagi Plus - Sudah 50 jenazah dari total 162 penumpang AirAsia QZ8501 yang berhasil ditemukan oleh tim BASARNAS dan gabungan sukarelawan. Bahkan pada Kamis (15/1) kemarin, komponen terakhir black box yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) sudah ditemukan sehingga melengkapi Flight Data Recorder (FDR) yang ditemukan lebih dulu.

Terbaru, Rabu (14/1), Tim Angkatan Laut Singapura yang berada di kapal MV Swift Rescue berhasil menemukan bangkai badan pesawat QZ8501 yang ada di dasar laut Jawa. Melalui serangkaian foto dasar laut jarak jauh dan kesamaan dengan bodi AirAsia, besar kemungkinan bahwa apa yang ditemukan pihak Singapura itu memang bangkai QZ8501.

Mengenai temuan itu, Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen membenarkannya, "Kepala Angkatan Laut RADM, Lai Chung Han, memberikan informasi pada saya bahwa salah satu kapal tentara Singapura (SAF), MV Swift Rescue telah menemukan lokasi badan pesawat AirAsia di laut Jawa. Gambar yang diambil oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) menunjukkan bagian sayap dan kata-kata di badan pesawat. Kami sudah melanjutkan informasi ini ke tim BASARNAS," seperti dilansir ABCNews.

Melihat bangkai QZ8501 yang seolah menjadi saksi bisu, rupanya membuat Tony Fernandes terluka. CEO sekaligus pendiri AirAsia itu mengaku hatinya ikut hancur kala melihat pesawat yang jatuh pada Minggu, 28 Desember 2014 lalu itu dalam kondisi tak utuh dan tergeletak di dalam laut.

Lewat akun Twitter resminya, @tonyfernandes, sang CEO berkomentar, "Sangat menyedihkan melihat kondisi pesawat kami. Hati saya hancur dan terpukul. Badan pesawat sudah ditemukan, semoga pengangkatan badan pesawat bisa menemukan jasad penumpang,"

Apa yang diungkapkan Tony ini senada dengan komentar pihak BASARNAS. Di mana mereka menduga bahwa sekitar 50% jasad penumpang QZ8501 masih terjebak di dalam puing tersebut. Sungguh, hanya membayangkan bagaimana kecelakaan itu terjadi sangatlah mengerikan.

(abs/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI