Banjir Hujatan, PON XIX Jabar Banyak Lakukan Aksi Curang?

Jum'at, 23 September 2016 06:18 Penulis: Arai Amelya
Banjir Hujatan, PON XIX Jabar Banyak Lakukan Aksi Curang?
Pembukaan PON XIX Jabar 2016 © Andrian Salam Wiyono/Merdeka

Kapanlagi Plus - Ajang olahraga bergengsi se-Indonesia yakni PON yang digelar di Jawa Barat kini tengah jadi sorotan. Digelar pada 17-29 September 2016, PON XIX menuai hujatan dari kalangan netizens karena munculnya indikasi kecurangan. Bahkan Menpora Imam Nahrawi sampai mengeluarkan sindirannya akan PON XIX Jabar yang juga membuatnya dikritik tajam. Pertanyaannya, apakah 'sehancur' itu gelaran PON kali ini?

Indikasi kecurangan PON bermula saat sembilan kontingen atlet berkuda merasa keberatan dengan kebijakan panitia penyelenggara yang memberikan wildcard kepada seluruh atlet berkuda asal Jawa Barat. Bagaimana tidak protes, 10 kuda asal tuan rumah PON XIX itu bisa masuk ke babak final dengan mudah tanpa repot masuk babak penyisihan dalam lima nomor langsung karena wildcard. Bahkan aturan yang dianggap tak adil itu masuk dalam buku petunjuk teknis alias Technical Hand Book (THB) cabang olahraga berkuda.

Kemeriahan pembukaan PON XIX Jabar © MerdekaKemeriahan pembukaan PON XIX Jabar © Merdeka

Malang, protes sembilan kontingen yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat tak dianggap oleh panitia. Panitia PON XIX beralasan kalau aturan sudah terpampang nyata di buku petunjuk sehingga tak bisa dihapus. Bahkan menurut mereka,wildcard untuk atlet berkuda Jabar sudah disetujui sang Gubernur Aher, seperti dilansir Merdeka.

Belum selesai masalah kecurangan, kericuhan terjadi saat sejumlah atlet polo air terlibat perkelahian di tengah arena hingga ke area penonton pada Senin (19/9) kemarin. Dan rupanya isu kecurangan itu sampai juga di telinga sang Menpora. Imam yang harusnya ikut bertanggung jawab pula akan gelaran PON XIX Jabar lantaran menjabat sebagai ketua olahraga Indonesia itu sempat 'nyinyir' di akun Twitternya.

Celotehan Menpora Imam soal PON XIX JabarCelotehan Menpora Imam soal PON XIX Jabar

Selasa (20/9) siang, Imam menulis, '#PON2016 punya tagline bagus: Berjaya di Tanah Legenda. Kejarlah kejayaan dengan jalan yang benar. Jangan curang di Tanah Legenda'. Atas cuitannya yang akhirnya dihapus itu, anggota Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga yakni Ceu Popong sampai berkomentar panas, "Makanya kalau jadi seorang figur, sebaiknya tidak sembarang bicara. Kita harus berangkat dari positif thinking, sama seperti hukumlah, azas praduga tak bersalah. Walaupun mungkin bersalah, harus ada proses sendiri. Kalau punya fakta kecurangan, harusnya bicara secara resmi."

Tak heran karena hal-hal negatif yang ditudingkan kepada PON XIX Jabar, netizens sampai mengeluh sendiri. Beberapa komentar seperti, 'Saya sebagai warga Jabar di perantauan merasa sedih. Ini bahan introspeksi diri, katanya Jabar punya pemimpin baik tapi belum siap jadi pemimpin nasional', lalu 'Ini adalah PR besar untuk Menpora, semoga tidak terulang lagi' dan 'Wajar kalau ada yang protes dan boikot. Tidak terima provinsi mereka kalah, padahal mungkin sama saja kalau mereka jadi tuan rumah' atau 'Gimana ini pak Menpora? Bukankan tujuan dari PON untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi tingkat dunia dan bukannya jago kandang?'.

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI