Bela Teman, Rhoma Irama Malah Tewas Kena Bacok

Kamis, 07 Januari 2016 11:18 Penulis: Lusi Vita
Bela Teman, Rhoma Irama Malah Tewas Kena Bacok
Jenazah Rhoma Irama alias Oma di TKP ©Merdeka.com

Kapanlagi Plus - Selama ini lingkungan pendidikan harusnya menjadi ajang belajar bagi mahasiswa. Akan tetapi, siapa mengira kalau di Kampus STKIP Bima, NUsa Tenggara Barat (NTB) malah jadi tempat terjadinya tindak kriminal mengerikan yang menimbulkan korban.

Di mana korban yang bernama Rhoma Irama meninggal dunia akibat luka bacok di leher, kepala dan perut. Peristiwa mengenaskan yang menimpa mahasiswa yang baru berusia 22 tahun ini diduga terjadi karena korban terlibat sebuah pertikaian.

Diduga mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) STKIP Bima meninggal dunia karena dibacok dua orang pelaku yang membawa empat buah parang pada hari Rabu (6/1). Di mana, pelaku berinisial A yang diduga berasal dari Sape, NTB itu menyerang bersama seseorang yang identitasnya belum diketahui, seperti dilansir melalui Merdeka.com.

Inilah sosok mahasiswa bernama Rhoma Irama yang meninggal dunia karena dibacok oleh pelaku pertikaian di kampus ©Merdeka.comInilah sosok mahasiswa bernama Rhoma Irama yang meninggal dunia karena dibacok oleh pelaku pertikaian di kampus ©Merdeka.com

Mengerikan sekali ya? Kok bisa mereka bertikai parah begitu? Menurut saksi yang dikenal sebagai Ahmad menceritakan kalau Oma saat itu baru keluar dari ruangan seusai mengikuti UAS. Oma tampak terlibat karena diduga cowok itu hendak melerai sebuah pertikaian yang terjadi antara kawannya dengan pelaku. Makanya, ia pun merasa terpanggil untuk melerai. Namun, pelaku sepertinya tidak terima dengan perlakuan Oma tersebut.

"Korban tidak berkelahi dengan pelaku, dia hanya bantu teman yang sedang berkelahi. Tapi pelaku menuding Oma (korban) adalah bagian kelompok lawan," jelas salah satu saksi, Ahmad (22) saat dikonfirmasi Merdeka.com, Kamis (7/1).

Sehingga, pelaku dan rekannya pun pulang ke indekos untuk mengambil parang lalu kembali ke kampus. Pelaku dan rekan pun menebas Oma tepat di depan ruangan jurusan STKIP Bima. Setelah korban dipastikan tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri bersama rekannya. Sementara korban pun jatuh bersimbah darah mengalami luka parah di bagian kepala, urat leher terputus dan luka sabetan pada bagian perut.

"Saat itu tidak ada yang berani bantu, teman-teman lari karena takut. Dosen juga kemungkinan takut. Kalau tidak takut kenapa mereka tidak bantu saat pertikaian terjadi," beber Ahmad.

Kini kasus mengerikan ini masih dalam proses penanganan pihak kepolisian yang juga masih menyisir keberadaan dan motif pelaku. Waduh, sebanyak orang di sana tak ada yang mau membantu sama sekali ya? Menurutmu?

(mdk/vit)

Editor:

Lusi Vita



MORE STORIES




REKOMENDASI