Bikin Kagum, KYB Project Hadirkan Kreativitas Tanpa Batas yang Out of The Box
Bikin Kagum, KYB Project Hadirkan Kreativitas Tanpa Batas yang Out of The Box
Kapanlagi.com - Pernah kepikiran nggak sih kalau sampah yang ada dan sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari ternyata bisa jadi sebuah produk kreatif? Hal ini direalisasikan dalam KYB Project, sebuah proyek pengolahan sampah punting yang merupakan inisiasi dari ONX Studio. Inilah sebuah design house yang didirikan oleh Rebellionik dan berfokus pada desain produk yang berbasis di daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Ide dasar KYB Project berawal dari keresahan yang muncul akibat observasi terhadap lingkungan ruang komersial di compound kantor mereka yaitu Ruang Seketika, di mana ONX Studio melihat banyak sekali waste yang dihasilkan oleh tempat tersebut. Observasi akan waste tersebut kemudian saling bertautan dengan kebutuhan ONX Studio itu sendiri.
Rebellionik:
Advertisement
“KYB itu muncul karena ada waste dari Ruang Seketika, kemudian kalo dari studio gue ada kebutuhan akan signature material. Ketemulah kedua hal itu.”
Mereka mulai mengganti fokus riset mereka pada sampah puntung yang kemudian menjadi proyek KYB yang dimulai pada tahun 2019 lalu. Proses yang berjalan cukup lama dan melalui fokus yang ekstensif. Selama sekitar dua tahun, ONX Studio mengulik sampah puntung untuk diolah menjadi sebuah produk dan signature material. Setelah cukup lama menjalani riset, beberapa produk hasil pengolahan dari sampah puntung mulai mereka pamerkan ke publik. Baru beberapa minggu lalu juga, ONX Studio mengadakan acara ONX Fest di mana mereka mengungkap salah satu hasil riset mereka ke publik—lengkap dengan workshop seputar formulasi, cara membuatnya, dan cara meramunya.
Rebellionik:
“Gue pikir kayaknya menarik kalo kita coba ngebuat material dari permasalahan yang ada, yang akhirnya menjawab keresahan kita sendiri. Jadi emang keberadaan ONX Studio sebagai product designer terhadap KYB sebagai material research itu emang klop banget. Jadi akhirnya gue membuat sebuah integrasi dari entitas-entitas itu.”
Proses pengolahan sampah puntung yang dilakukan KYB Project itu sendiri secara teknis terdiri dari beberapa tahap. Mulai dari tahap pengumpulan sampah puntung; pemisahan kapas dengan kertas; proses pengadukan; pencampuran aditif material; pengadukan lambat; proses distilasi; proses pengeringan; dan pembuatan flake dengan cara digiling yang kemudian disesuaikan dengan dimensi yang dibutuhkan.
Rangkaian sistem proses pengolahan yang cukup kompleks itu adalah hasil dari riset yang telah dilakukan oleh KYB Project selama kurang lebih dua tahun. Menurut Rebellionik, salah satu hal yang menjadi tantangan terbesar dari kinerja KYB Project selama ini adalah sifat inisiasi proyek ini yang swadaya.
Rebellionik:
“Tantangan paling besar adalah biaya. Di proyek KYB ini kan gue pembiayaan sendiri—nggak ada partner atau apa. Tapi juga tantangan kedua terbesar adalah ketika lo mau mengolah objek sampah puntung ini, lo harus putuskan akan menjadi apa hasil akhirnya. Karena setiap keputusan itu banyak banget langkahnya. Agak susah dan bikin kita mengalami banyak kegagalan.”
Lewat proses eksperimentasi yang terus dilakukan dan banyak kegagalan yang dialami, KYB Project mendapat pembelajaran yang membuat keputusan-keputusan mereka mulai mendapatkan progres. Sekarang, KYB Project sendiri udah mengantongi banyak hasil riset yang bisa dikembangkan menjadi produk dan material yang siap untuk diluncurkan.
Dalam beberapa waktu belakangan, ONX Studio juga udah menetapkan langkah-langkah ke depan yang bakal mereka ambil untuk mengembangkan KYB Project. Di saat kemarin orang-orang banyak terhambat dengan social distancing, mereka tetap bisa mengerjakan proyek-proyek kolaborasi yang bakalan banyak dirilis tahun ini. Selain itu, mereka juga akan membangun sebuah sistem manufaktur yang lebih solid supaya bisa meningkatkan tingkat produktivitas.
Salah satu tujuan yang juga ingin dicapai orang-orang dibalik KYB Project adalah untuk menunjukkan kalo gaya hidup berkelanjutan atau sustainability living itu nggak harus melakukan hal yang ribet. Hal itu terlihat dari produk-produk buatan KYB Project seperti produk yang dinamai Lightweight Concrete Multipur^^^^pose—yang bisa menjadi card holder, coaster, dan masih banyak fungsi lainnya. Selain berguna untuk keperluan sehari-hari, produk tersebut juga membantu mengurangi permasalahan yang dimunculkan akibat sampah puntung.
Di era yang serba virtual ini, ada baiknya untuk kita mencontoh tingkat adaptabilitas yang terlihat dari kinerja KYB Project. Selain konsisten dengan terus mengeksplor kemungkinan-kemungkinan kreatif baru yang lahir karena obstacle yang muncul, mereka juga bisa menerapkan hal itu pada konsep-konsep produknya. Fleksibilitas ini berguna banget untuk kehidupan kita sekarang, di mana lo dituntut untuk bisa luwes berkegiatan baik itu di dunia virtual maupun di dunia nyata.
(kpl/wri)
Advertisement
D Academy 8
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8