Bikin Orang Tua Tenang, Mentari TV Berhasil Dominasi 35 Persen Tayangan Anak Lokal di Indonesia

Bikin Orang Tua Tenang, Mentari TV Berhasil Dominasi 35 Persen Tayangan Anak Lokal di Indonesia
Mentari TV kerja sama dengan Playtopia (credit: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Kapanlagi.com - Mentari TV terus memperkuat posisinya sebagai stasiun televisi pilihan keluarga yang mengedukasi. Melalui konten-konten yang dikurasi secara ketat, stasiun televisi ini fokus memberikan rasa aman bagi anak-anak saat menonton di rumah.

Keamanan konten ini menjadi nilai jual utama yang membuat para orang tua merasa tenang memberikan akses tontonan kepada buah hati mereka. Direktur SCM, Harsiwi Achmad menjelaskan bahwa pihaknya sangat menjaga kualitas siaran demi tumbuh kembang anak yang berkualitas. Keberhasilan ini terbukti dari besarnya kontribusi Mentari TV terhadap industri kreatif televisi di tanah air, khususnya pada kategori program anak-anak yang kini mulai didominasi oleh karya lokal.

"Nah itu yang jaga kita supaya aman anak nonton. Kemudian ini ternyata
tayangan-tayangan di Mentari TV anak-anak itu ternyata meng-contribute 35 persen tayangan lokal di tayangan anak-anak di Indonesia," ujar Harsiwi Achmad saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (30/04/2026).

1. Potensi Besar Tarik Iklan

Potensi tayangan lokal dianggap sangat besar untuk menarik minat pengiklan. Harsiwi menekankan bahwa pengembangan Intellectual Property (IP) asli Indonesia akan memberikan dampak emosional yang lebih kuat bagi masyarakat. Hal ini sekaligus mempermudah kerja sama dengan berbagai brand besar.

"Nanti kalau misalnya kita keren. Karena kan kalau IP kita sendiri, brand mau masuk jauh lebih gampang, lebih cepat, lebih masuk ke apa namanya, emosional ke masyarakat dan lebih tepat gitu," ucapnya.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Mentari TV Amati dari Vidio

Tidak hanya di layar kaca, Mentari TV juga mengamati tren pola konsumsi media melalui platform digital seperti Vidio. Meski konten lokal kuat di televisi, data menunjukkan bahwa untuk platform streaming, penonton masih memiliki minat yang sangat tinggi terhadap konten-konten berskala global.

"Kalau di Vidio (platform streaming), ini adalah yang global. Jadi yang lokal
juga bagus, namun yang global ternyata lebih diminati. Nah jadi kalau kita lihat tayangan-tayangan yang global yang ada di Vidio. Nah, ini juga keren banget karena 84 persen completion rate-nya gitu. Jadi kayaknya hampir semuanya ditonton ya," jelas Harsiwi.

3. Loyalitas Anak-Anak

Keunikan lain dari audiens anak-anak adalah loyalitas mereka dalam menonton, bahkan hingga ke bagian iklan. Rata-rata waktu menonton harian yang mencapai puluhan menit menunjukkan bahwa perangkat televisi masih menjadi media utama keluarga Indonesia untuk menikmati hiburan berkualitas secara bersama-sama.

"Bukan hanya di awal di akhir, iklan-iklannya pun ditonton. Bener juga, itu iklan-iklannya 84 persen ya kan. Kemudian average daily-nya ternyata juga tinggi nih, 55 menit. Dan ini di layar besar ya, jadi iklan juga lebih kelihatan. Karena biasanya saat ini orang nonton video khususnya untuk anak-anak itu pakai TV ya, pakai layar besar jadi bukan handphone gitu," pungkasnya.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/far/pit)

Rekomendasi
Trending