Bully Siswa Sekolah Hingga Jari Nyaris Diamputasi, Pelaku Perundungan di Kota Malang Diperiksa Polisi

Selasa, 04 Februari 2020 06:00 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Bully Siswa Sekolah Hingga Jari Nyaris Diamputasi, Pelaku Perundungan di Kota Malang Diperiksa Polisi
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Para pelaku tindak perundungan atau bullying terhadap teman sekolah di Kota Malang diperiksa polisi. Penyidik memeriksa para saksi dari pelapor atau keluarga korban, dan tujuh anak diduga pelaku perundungan.

Kapolresta Malang Kota, Komjen Pol Leonardus Simamarta mengatakan, telah meminta keterangan tiga orang saksi dari pelapor, tante dan paman korban. Penyidik juga secara khusus meminta keterangan saksi pelaku perundungan dari murid-murid sekolah yang sama.

"Tiga sudah diperiksa dari saksi pelapor, tante korban dan paman korban. Hari ini, kita periksa murid-murid yang diduga pelaku penganiayaan. Pelaku tujuh orang," kata Komjen Pol Leonardus Simamarta di Mapolsek Lowokwaru Polresta Malang Kota, Senin (3/2).

 

1. Pelaku Dilaporkan Polisi

Khusus pemeriksaan saksi pelaku yang masih berusia di bawah umur, berlangsung dengan metode tertentu sebagaimana ketentuan yang berlaku. Penyidik juga menjadwalkan meminta keterangan saksi dari pihak sekolah.

"Untuk korban, sampai saat ini biar trauma healing sampai sehat. Yang pasti korban kita lindungi, ada pendampingan dari psikolog untuk trauma healing," tegas Leo.

MS (13) menjalani perawatan di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang setelah menjadi korban bullying kelewat batas oleh teman-teman sekolahnya. Korban yang duduk di kelas 7 mengalami luka lebam dan memar di jari, lengan, punggung dan kaki. Korban juga trauma akibat kejadian tersebut.

"Ini hasil visum akan kita sandingkan dengan hasil pemeriksaan, ada luka di tangan, telapak kaki, punggung tangan dan punggung, lengan, luka memar semua," terangnya.

2. Jalani Perawatan

Kasus perundungan itu terjadi 15 Januari dan menjadi perbincangan setelah video korban viral di media sosial. Video itu menunjukkan korban tengah mengeram kesakitan di ranjang rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

Hingga saat ini polisi melakukan pendalaman kasusnya dengan memeriksa saksi-saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Jika memenuhi unsur, bukan tidak mungkin dilakukan penetapan tersangka terhadap para pelakunya.

"Bahwa ini sudah ada peristiwa pidana terjadi, berkaitan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Walaupun ada perdamaian dan lain-lain, kami dari penyidik, konsentrasi penuh pada pemulihan kondisi korban, baik secara fisik maupun psikologis. Kedua, kami juga secara konsisten ingin ini diproses dulu, kita dudukan proses hukumnya seperti apa. Siapa berbuat apa, dari keterangan saksi dan hasil visum, kita tahu peristiwa pidananya," jalas Leo.

Pihak sekolah sendiri mengaku tidak mengetahui terjadinya perundungan tersebut, sebelum mengumpulkan para muridnya lantaran videonya ramai menjadi perbincangan. Sekolah kemudian menfasilitasi pertemuan orang tua kedua belah pihak dengan menempuh jalan perdamaian.

Dinas Pendidikan Kota Malang saat dikonfirmasi juga menyebutkan bahwa kasus tersebut akibat bercandaan yang berlebihan. Korban disebutkan salah satunya terkena gesper ikat pingang pelaku saat di musala sekolah.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI