Bunuh Diri, Andreas Lubitz Sengaja Tabrakan Pesawat Germanwings

Jum'at, 27 Maret 2015 16:48 Penulis: Arai Amelya
Bunuh Diri, Andreas Lubitz Sengaja Tabrakan Pesawat Germanwings
©planespotters

Kapanlagi Plus - Misteri penyebab kecelakaan pesawat Germanwings di pegunungan Alpen, bagian selatan Prancis perlahan mulai terungkap. Berdasarkan analisa kotak hitam, sebuah dugaan mengejutkan pun muncul bahwa kecelakaan yang terjadi pada Selasa (24/3) itu karena hal yang disengaja.

Adalah Andreas Lubitz, co-pilot (kopilot) pesawat bermuatan 150 penumpang itu yang dianggap paling bertanggung jawab dalam kecelakaan mengerikan ini. Lubitz diduga sengaja menabrakkan pesawat itu ke lereng gunung. Hal ini terungkap dari pemeriksaan percakapan kotak hitam pesawat jenis Airbus A320 yang berdurasi selama 30 menit, seperti dilansir Telegraph.

Andreas Lubitz, muda dan seolah tanpa masalah ©TelegraphAndreas Lubitz, muda dan seolah tanpa masalah ©Telegraph

Kenyataan yang menggemparkan dunia penerbangan dan seluruh keluarga korban pesawat ini diungkapkan pada Kamis (26/3). Terungkap bahwa 10 menit sebelum pesawat menabrak pegunungan Alpen, sang kapten pilot pesawat meninggalkan ruang kokpit sejenak untuk ke toilet.

Saat itulah, Lubitz mengunci pintu kokpit dari dalam sehingga sang kapten pilot tak bisa kembali ke ruangannya. Dalam rekaman kotak hitam, terdengar pukulan pintu atau ketukan pada pintu ruang kokpit berulang-ulang yang dilakukan oleh kapten pilot dan kru kabin. Yang membuat semakin miris adalah Lubitz tak mempedulikan teriakan histeris, tangisan dan permohonan para penumpang. Dia mengemudikan pesawat dan menukik tajam dari ketinggian 12 kilometer sampai akhirnya pesawat itu menabrak gunung.

Kotak hitam pesawat Germanwings yang hampir hancur ©TelegraphKotak hitam pesawat Germanwings yang hampir hancur ©Telegraph

Atas kenyataan itu, CEO Lufthansa pemilik Germanwings, Carsten Sphor menyebutkan jika kopilot asal Montabaur dengan pengalaman terbang 630 jam ini pernah istirahat selama tiga bulan dalam masa pelatihan. "Performa Lubitz sangatlah bagus dan nyaris tanpa masalah. Dia cukup fit untuk melakukan penerbangan."

Meskipun aksinya benar-benar tak bisa dibenarkan dan membuat keluarga korban semakin terpuruk, terungkap bahwa Lubitz sempat menangis. Sebelum pesawat itu meledak berkeping-keping, kotak hitam merekam suara tangisan Lubitz. Sungguh, semoga saja seluruh korban kini bisa beristirahat dengan tenang.

(tel/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI