Cara Presiden Filipina Berantas Narkoba Ini Bikin Dunia Ngeri!

Rabu, 03 Agustus 2016 06:18 Penulis: Arai Amelya
Cara Presiden Filipina Berantas Narkoba Ini Bikin Dunia Ngeri!
Rodrigo Duterte © philstar.com

Kapanlagi Plus - Kalau menurutmu hukuman mati yang diterima Freddy Budiman sebagai gembong narkoba di Indonesia sudah sangat kejam, maka yang dilakukan Rodrigo Duterte ini adalah bak neraka di Bumi. Bayangkan saja, Presiden Filipina ini membuktikan janjinya untuk mengadakan perang terhadap narkoba. Dengan cara apa? Membunuh mati mereka semua.

Yap, sejak resmi memimpin Filipina pada 30 Juni 2016, Duterte sudah menewaskan lebih dari 300 pengedar, bandar dan pemakai narkoba di Filipina. Jumlah itu diduga bisa lebih tinggi karena ada beberapa korban peluru kepolisian yang tidak jelas identitasnya, seperti dilansir News.

Seperti ini contoh penjahat narkoba yang tewas ditembak © news.com.auSeperti ini contoh penjahat narkoba yang tewas ditembak © news.com.au



Pria berusia 71 tahun ini memang bersumpah dalam kampanye-nya untuk membunuh lebih dari 100 ribu terduga kriminal narkoba dan akan membuang tubuh mereka di teluk Manila selama enam bulan pertama menjabat jadi Presiden. Dan sejak dia jadi Presiden, gelombang pembunuhan para kriminal yang dilakukan warga atau kepolisian tengah melanda Filipina.

Dalam foto-foto yang beredar, memang kamu bisa melihat mayat-mayat para penjahat bergeletakan begitu saja di jalan. Apalagi Duterte sampai mengadakan sayembara di mana akan memberi uang untuk mayat-mayat penjahat narkoba. Seperti tiga juta peso (sekitar Rp 833 juta) untuk setiap bos jaringan narkoba, dua juta peso (sekitar Rp 555 juta) untuk distributor narkoba, satu juta peso (sekitar Rp 277 juta) untuk terduga anggota jaringan narkoba dan 50 ribu peso (sekitar Rp 13,8 juta) untuk setiap penjual narkoba rendahan.

Dalam sebulan, sudah ada lebih dari 200 penjahat narkoba tewas © news.com.auDalam sebulan, sudah ada lebih dari 200 penjahat narkoba tewas © news.com.au



Hanya saja, aksi brutal Duterte ini menuai kecaman dari kelompok peduli HAM dunia. Zeid Raad Zeid al-Hussein selaku Komisioner Tertinggi PBB untuk HAM mengajukan banding agar Duterte mengakhiri tindakan brutal ini. Begitu pula Uskup Auxiliary Manila, Pabillo menyebutkan jika tak ada bukti tegas bahwa para korban ini terlibat dalam perdagangan narkoba. Uskup Pabillo berkomentar, "Apakah kita bisa membenarkan bahwa tindakan jahat harus dibalas dengan hal jahat pula?"

Bukan tanpa alasan jika Duterte begitu membenci narkoba. Filipina selama ini dianggap sebagai tempat transit sindikat perdagangan narkoba di Asia Tenggara dengan angka mencapai 8 miliar dolar (sekitar Rp 99 triliun)! Atas aksinya, Duterte pun dengan tegas berkomentar, "Saya sudah melihat bagaimana korupsi menggerogoti dana pemerintah yang harusnya untuk kaum miskin. Dan saya juga melihat bagaimana narkoba menghancurkan rakyat. Jadi, tunjukkan di mana salah saya."

(new/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI