Cerita Detik Terakhir Freddy Budiman, Nyanyi 'Bidadari Surga'

Sabtu, 06 Agustus 2016 09:18 Penulis: Arai Amelya
Cerita Detik Terakhir Freddy Budiman, Nyanyi 'Bidadari Surga'
Freddy Budiman © Merdeka

Kapanlagi Plus - Tidak berlebihan jika sosok Freddy Budiman disebut sebagai penjahat negara perusak moral bangsa. Jutaan ekstasi telah diedarkan oleh pria asal Surabaya ini yang membuatnya jadi gembong narkoba buruan kepolisian. Hingga akhirnya Freddy menerima hukuman mati dan sudah tewas ditembak oleh polisi pada Jumat, 29 Juli dini hari.

Jika kamu tak tahu, Freddy sudah berulangkali mencatatkan namanya pada daftar hitam sindikat narkoba Indonesia. Pada 2009, Freddy ditangkap atas tuduhan kepemilikan 500 gram sabu-sabu dan divonis 3 tahun 4 bulan penjara. Lalu pada 2011, Freddy kedapatan menyimpan ratusan gram sabu-sabu. Yang gila, meskipun dipenjara rupanya Freddy masih saja melakukan transaksi narkoba. Puncaknya, BNN berhasil menyita sejuta lebih butiran ekstasi dari Freddy pada 2012.

Jatuh di lembah kelam, Freddy pun bertobat © MerdekaJatuh di lembah kelam, Freddy pun bertobat © Merdeka


Divonis hukuman mati, rupanya membuat Freddy tersadar. Beberapa bulan sebelum eksekusi mati dilakukan, Freddy pun bertobat dengan terlihat semakin religius. Tahukah kamu kalau sebelum berhadapan dengan regu tembak, ada sebuah lagu yang terus dinyanyikan Freddy. Lagu itu adalah penggalan romantis Bidadari Surga karya mendiang Ustaz Jeffry Al Buchori alias Uje. Yang unik, beberapa liriknya diganti dengan nama Hany alias Mariam.

Sekedar informasi, Mariam adalah istri kelima Freddy yang dia nikahi sat sama-sama dipenjara di LP Nusakambangan. Mariam yang awalnya non Muslim itu diajak jadi mualaf oleh Freddy. Mariam sendiri tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara di LP Palu, seperti dilansir Merdeka.



Bukan cuma bernyanyi dan menyebut nama Mariam, perempuan itu jadi salah satu orang yang dihubungi Freddy di momen sebelum kematiannya. "Mendekati H-1 sampai hari H eksekusi mati, Freddy selalu nyanyi lagu Bidadari Surga. Tapi ada lirik yang diubah dengan kata Mariam. Freddy berusaha menguatkan Mariam saat dia berpamitan dan meminta kepergiannya diikhlaskan," ungkap sebuah sumber.

Sebelum nyawanya diambil lewat peluru regu tembak, Freddy rupanya masih menjalani puasa Senin-Kamis yang rutin dia lakukan. "Freddy sempat meminta sebungkus roti, susu sachet sama nasi Padang. Dia sudah ikhlas, terus mengucap takbir. Tak ada rasa takut dan terus berdoa. Sudah 2-3 tahun belakangan ini Freddy bertobat dan mengakui kesalahannya jadi gembong narkoba. Dia berharap tak ada keluarganya yang menyentuh narkoba."

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI