Cuma Orang Indonesia yang Suka Ngaret, Mitos atau Fakta?

Jum'at, 02 Agustus 2019 18:10 Penulis: Iwan Tantomi
Cuma Orang Indonesia yang Suka Ngaret, Mitos atau Fakta?
© Grab Indonesia

Kapanlagi Plus - Lima menit lagi ya, masih OTW, nih. Familiar dengan chat atau telepon seperti ini saat menunggu siapa saja yang membuat janji denganmu? Kebiasaan ngaret seakan sudah jadi budaya yang sudah tumbuh subur di Indonesia, mulai dari lingkungan sekolah, kerja, hingga sosial. Hal ini rupanya bukan mitos dan diperkuat oleh pendapat yang dilontarkan Nia Elvina.

"Nilai kemauan untuk maju di masyarakat kita memang masih sangat rendah sehingga muncul fenomena tidak menghargai waktu," ungkap sosiolog dari Universitas Nasional ini. Ternyata ada beberapa alasan yang bikin budaya ngaret muncul di berbagai kalangan.

Maunya Ditungguin

Kebanyakan orang Indonesia punya pola pikir nggak mau nunggu tapi maunya ditungguin. Kalau memutuskan untuk #AntiNgaret, siap-siap saja untuk selalu kecewa saat belum ada orang yang muncul sesuai perjanjian. Daripada capek menunggu sendirian, nggak sedikit yang memutuskan datang terlambat.

Selalu Ditunggu

Asumsi kalau telat juga pasti ditunggu ini rupanya sangat lestari di kalangan orang-orang Indonesia. Dikenal sebagai penduduk yang tenggang rasa dan sering memaklumi kesalahan orang lain, nggak sedikit yang memang memilih untuk menunggu teman yang punya kebiasaan ngaret. Bukannya menghargai waktu yang dimiliki orang lain, kebiasaan ini pun bikin orang jadi malas datang on time karena pasti ditungguin saat telat.

On Time Malah Kena Bully

Dilema. Di Indonesia, nggak jarang orang-orang yang datang lebih awal justru kena ejek, mulai dari dianggap ikut bersih-bersih atau malah disamakan dengan petugas keamanan. Mereka yang datang on time malah jadi bahan ejekan, ketimbang dapat pujian. Jadi, nggak heran jika banyak orang yang memilih untuk datang belakangan.

Kalah oleh Malas

Saat bikin janji sama pacar atau teman itu semangatnya bukan main, tapi begitu hari-H kamu memilih untuk mengulur waktu karena penyakit malas yang tiba-tiba muncul. Apalagi kalau janjian di pagi hari, yang bikin sulit mengucapkan perpisahan dengan kasur. Padahal sering telat akan membuat kebiasaan tersebut makin susah diubah dan bakal menyusahkan diri sendiri maupun orang lain.

Miris melihat budaya ngaret masih dipelihara di Indonesia. Namun nggak semua orang punya kebiasaan yang sama dan selalu berusaha untuk datang tepat waktu, kok. Mereka inilah yang disebut pejuang #AntiNgaret dan biasanya suka sebal jika bertemu dengan orang-orang yang nggak menghargai waktu dan usaha orang lain.

Budaya yang nggak baik ini sebaiknya diberantas dengan menjadi orang yang lebih tepat waktu. Salah satu caranya dengan mengandalkan GrabBike yang akan membantu pelanggan mengejar berbagai hal yang berarti, lewat ketepatan waktu penjemputan.

Ada 4 kemudahan yang ditawarkan untuk mendapatkan armada dengan lebih cepat, mulai dari fitur Venues dalam aplikasi yang memudahkan penumpang menuju lokasi jemput dan menyimpan titik jemput sebagai Saved Places. Selain itu, tersedia 5 juta titik jemput dengan deskripsi lokasi yang lengkap hingga layanan GrabNow untuk mendapatkan mitra pengemudi di lokasi terdekat, sehingga bisa datang lebih cepat ke tempat tujuan.

Siap jadi pejuang #AntiNgaret? Nantikan informasi lebih lanjut dari GrabBike atau kunjungi Instagram Grab, @GrabID.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI