Diacuhkan Gubernur Sumsel, Atlet Difabel Kelaparan & Masuk RS

Kamis, 01 September 2016 12:18 Penulis: Arai Amelya
Diacuhkan Gubernur Sumsel, Atlet Difabel Kelaparan & Masuk RS
Ilustrasi atlet difabel © Reuters

Kapanlagi Plus - Nasib bak Bumi dan langit sepertinya terjadi pada atlet disabilitas alias difabel di Indonesia. Jika atlet bulutangkis ganda campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir (Owi-Butet) mendapat apresiasi luar biasa besar, atlet difabel harus banyak-banyak lapang dada. Bayangkan saja, mereka bahkan sampai sakit karena kurangnya makanan dari pemerintah.

Terungkap bahwa atlet-atlet difabel Sumatera Selatan yang dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) sampai mengais makanan sisa atlet PON Bandung 2016. Tak hanya itu saja, kaum difabel ini juga tak diberi saku sepeserpun selama ikut Pelatda padahal atlet PON diberi uang 4,5 juta rupiah perbulan. Bahkan tiga atlet dari cabang atletik yakni Ilman Firmansyah, Septian dan Kiki dirawat di rumah sakit karena maag akibat kurang makan.

Atlet disabilitas berniat menemui Gubernur Alex © MerdekaAtlet disabilitas berniat menemui Gubernur Alex © Merdeka


Salah satu atlet difabel cabang tolak peluru yakni Heru Ramdani mengakui kondisi memprihatinkan mereka. Padahal atlet disabilitas ini memiliki prestasi yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional. "Jatah makan kami kurang, uang saku sama sekali nggak ada. Sepeserpun sejak ikut Pelatda di Solo bulan Juli kemarin. Sejak dua bulan terakhir saya nggak bisa pulang menemui istri di Pagaralam dan tak bisa mengirim uang untuk keluarga. Alhamdulilah istri menerima," curhat pria berusia 29 tahun ini.

Seolah belum cukup sedih, para atlet disabilitas juga harus menyiapkan sendiri peralatan olahraga mereka mulai sepatu, kostum dan perlengkapan latihan yang dibeli pakai uang pribadi. "Terpaksa ambil dari tabungan, kita beli sendiri karena t nggak difasilitasi. Di JSC juga tak ada tim medis untuk atlet difabel karena tim dokter cuma melayani atlet PON. Jadinya kami numpang berobat, sejauh ini masih dibolehin," lanjut peraih medali emas Pekan Olahraga Tuna Netra Riau 2009, medali emas Kejurnas Solo 2015 dan medali perak Papernas Riau 2012 ini, seperti dilansir Merdeka.

Seperti ini kondisi atlet disabilitas Sumsel saat makan © MerdekaSeperti ini kondisi atlet disabilitas Sumsel saat makan © Merdeka


Membenarkan curhatan Heru, Ryan Yohwari selaku Ketua Komite Paralympic Nasional (NPC)  Sumsel juga menyayangkan sikap Pemprov Sumsel yang seolah tak peduli pada atlet difabel. Bahkan Ryan sudah 10 kali mengirimkan surat kepada Gubernur Alex Noerdin yang sama sekali tak pernah ditanggapi, padahal pemimpin Sumsel itu adalah Ketua KONI Sumsel. Ryan menyebut kalau pemerintah hanya menganggarkan biaya makan untuk 70 porsi padahal total pelatih dan atlet disabilitas ada 104 orang sehingga harus berbagi sendiri.

Selain sikap acuh Gubernur Alex, Ryan juga menyayangkan sikap Kepala Dispora Sumsel yakni Akhmad Yusuf Wibowo yang juga jadi ketua kontingen Sumel di ajang Peparnas yang benar-benar seolah tutup mata. "Kami sudah mencoba menelepon pak Yusuf tapi saya telepon dan SMS tidak ada respon. Kami harap pemerintah bisa iba karena status NPC dan KONI sudah disamakan oleh Menpora sejak Maret 2015. Kami berprestasi juga untuk Sumsel," ujar Ryan sedih.

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI