Diputuskan Pacar, Yudha Sukses Singgahi 27 Provinsi di Indonesia

Arai Amelya | Rabu, 27 Januari 2016 06:18
Diputuskan Pacar, Yudha Sukses Singgahi 27 Provinsi di Indonesia
Yudha dalam salah satu perjalanannya di Sumatera © Instagram @ashari_yudh

Kapanlagi.com - Berawal dari wasiat terakhir mendiang ayahnya untuk berkeliling Indonesia, pemuda berusia 24 tahun bernama Ashari Yudha Pratama Putra ini memulai perjalanannya keliling Nusantara sejak Mei 2014. Tercatat dari dua jadwal trip panjang yang dia lakukan, mahasiswa jurusan Teknik Geologi Fakultas Padjajaran Bandung ini sudah singgah di 27 provinsi dan menyisakan 7 provinsi lagi sebelum berusia 25 tahun pada 2016 ini.

"Jadi solo bacpacker itu karena wasiat ayah ya. Pertama mengirit pengeluaran dan lebih kerasa feel petualangannya. Pastinya aku bebas melakukan apapun yang aku mau tak perlu bergantung ke orang lain. Lagian kan nggak ada orang yang mau ikut aku travelling lebih dari dua bulan ya, hehehe. Meski memang nggak ada solo backpacker yang benar-benar sendiri karena setiap singgah di sebuah kota aku berusaha ngobrol sama orang baru dan bisa jadi temen. Syukur-syukur mau nemenin jalan dan kalau dapat tumpangan rumah, Alhamdulilah," ujar Yudha panjang lebar.

Sebagai tempat favorit, Yudha pun memilih NTT © Instagram @ashari_yudhSebagai tempat favorit, Yudha pun memilih NTT © Instagram @ashari_yudh

Dalam wawancaranya lewat email dengan KapanLagi.com® beberapa waktu lalu, pencetus sekaligus pengelola akun Instagram @catatanbackpacker inipun mengakui bahwa perjalanan sebelum membuat akun itu cukup berat. Yudha saat itu belum dapat koneksi teman sehingga harus rela tidur di halte, masjid hingga kantor polisi. Dirinya pun mengandalkan truk sebagai transportasi tumpangan kala melintasi provinsi.

"Pasti ada rasa takut selama jadi solo backpacker. Aku pernah dipalak di Bima, Sumbawa dan waktu itu ujung pisau udah di leher. Sejauh ini sih favoritku Nusa Tenggara Timur karena semuanya lengkap dan ada mulai dari wisata underwater, landscape, budaya, adat, kearifan lokal sampai sejarah. Aku emang ingin mengenal Indonesia lebih jauh dengan keanekaragamannya. Rasanya travelling di dalam negeri lebih menantang. Kalaupun aku ke luar negeri, ya bakal menjelaskan soal Indonesia," imbuh Yudha.

Singgah di rumah penduduk lokal adalah hal yang disukai Yudha © Instagram @ashari_yudhSinggah di rumah penduduk lokal adalah hal yang disukai Yudha © Instagram @ashari_yudh

Ke depan, pemuda yang sudah menghabiskan Rp 15 juta selama enam bulan travelling ini pun sudah punya rencana memulai bisnis di bidang travel yang sesuai dengan wasiat ayahnya untuk jadi enterprenur. Yang unik, jika sudah menikah nanti Yudha lebih memilih menjadi bapak yang baik dan mengajak keluarganya untuk jalan-jalan setiap bulan, selain ingin jadi penulis buku dan inspirator di bidang travelling. Disinggung soal orang yang hobi travelling itu pelarian dari patah hati, Yudha pun punya jawaban sendiri.

"Ada benernya juga sih. Dulu sebelum aku jalan sejauh ini, aku pernah diputusin pacar karena travelling terus dan jarang pulang. Eh jadinya pergi terus dan malah dapet kerjaan. Kalau kesepian sih nggak, karena ketemu banyak orang baru jadi rame terus. Tiap orang kan punya hak berlibur dan dapat informasi, cuma yang ditekankan adalah edukasi perilaku turis terhadap alam. Bisa contoh sistem denda sampah di pantai Tiga Warna Malang. Mereka membatasi pengunjung tiap hari dan menghitung jumlah barang yang berpotensi sampah sebelum masuk pantai. Pokoknya untuk jadi solo backpacker itu harus pede dan berani, sisanya belajar ngobrol sama orang baru dan siapin dana sambil susun perjalanan yang baik," usai Yudha.

(kpl/aia)




PLUS TERKAIT

LATEST UPDATE




REKOMENDASI