Diusir Kasar Dari Kampanye Trump, Wanita Berhijab Ini Hanya Diam

Senin, 11 Januari 2016 10:48 Penulis: Lusi Vita
Diusir Kasar Dari Kampanye Trump, Wanita Berhijab Ini Hanya Diam
Rose Hamid yang diusir kasar dari kampanye Trump ┬ęCNN.com

Kapanlagi Plus - Kebencian Donald Trump pada kaum muslim di Amerika Serikat semakin menjadi-jadi. Saat sebelumnya, Trump diketahui bakal melarang muslim memasuki Amerika Serikat. Kini kebencian pebisnis ulung yang sedang sibuk mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika itu tidak dapat ditolerir lagi.

Sebabnya, Trump membiarkan seorang wanita berhijab dan rekan-rekannya sesama aktivis diusir dari acara kampanye yang mengumpulkan para pendukungnya pada Jumat kemarin. Padahal, wanita yang waktu itu hanya datang dengan memakai kaos bertuliskan 'Salam. saya datang dengan damai'.

Wanita muslim berusia 56 tahun yang datang dalam kampanye Trump mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya hanya ingin mengetahui program serta komitmen Trump sebagai bakal Presiden. Namun ketika Trump berpidato menjelekkan Islam, wanita yang dikenal sebagai Rose Hamid ini pun hanya protes berdiri dalam diam, seperti dilansir melalui CNN.com.

Namun, salah seorang dari rekan Hamid yang bernama Hough tampaknya tidak tahan sehingga ia pun meneriakkan kata-kata kalau 'Islam bukanlah masalah'. Mendengar protes kawan Hamid, alhasil rombongan ke-empat orang muslim di acara kampanye Trump itu diteriaki kasar oleh pendukung.

Video by: I Hooper

"Keluar" teriak pendukung Trump padanya.
"Kamu punya bom, kamu punya bom" teriak sebagian besar dari pendukung Trump.

Alhasil gara-gara keributan itu, hampir semua pendukung Trump pun menyuruh petugas keamanan mengusir ke-empat orang tersebut termasuk Hamid. Saat itu, Trump tampak sengaja tak meredam situasi tersebut. Malah ia dengan frontal menyampaikan pendapatnya yang mendukung kericuhan dan pengusiran tersebut.

"Siapa pun yang sengaja membuat gangguan bakal diusir keluar" jelas seorang anggota kepolisian di Rock Hill pada CNN.com.

"Aku kira kebanyakan pendukung Trump mungkin tidak pernah bertemu seorang muslim. Jadi kukira mereka punya kesempatan untuk bertemu seorang muslim sepertiku" ujar Hamid.

Dari kejadian itu, Trump pun akhirnya dituntut untuk meminta maaf pada umat muslim di depan publik. Waduh, kok bisa-bisanya ada bakal Presiden yang malah menanamkan kebencian begitu pada sesamanya ya. Menurutmu?

(cnn/vit)

Editor:

Lusi Vita



MORE STORIES




REKOMENDASI