Empat Varian Indomie Ditarik di Australia: Dijual Importir Ilegal, Hanya untuk Pasar Indonesia

Penulis: Shani Ramadhan Rasyid

Diperbarui: Diterbitkan:

Empat Varian Indomie Ditarik di Australia: Dijual Importir Ilegal, Hanya untuk Pasar Indonesia
Ilustrasi Indomie (credit: Liputan6.com)

Kapanlagi.com - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk akhirnya memberikan penjelasan terkait penarikan empat varian produk Indomie di Australia oleh Food Standards Australia New Zealand (FSANZ). Penarikan ini terjadi karena adanya kelalaian dalam mencantumkan informasi kandungan alergen pada label kemasan. Keempat varian yang terkena dampak adalah Indomie Mi Goreng Rasa Rendang, Indomie Rasa Ayam Bawang, Indomie Rasa Soto Mie, dan Indomie Mi Goreng Aceh.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia dan diterima oleh Liputan6.com pada Jumat, 20 Desember 2024, Indofood CBP menegaskan bahwa penarikan ini tidak berpengaruh langsung terhadap perusahaan. Hal ini disebabkan karena produk yang ditarik bukanlah hasil ekspor resmi dari Indofood CBP ke Australia, melainkan produk yang ditujukan khusus untuk pasar Indonesia dan diedarkan oleh importir yang tidak memiliki afiliasi resmi dengan perusahaan.

Indofood CBP percaya bahwa semua produk mi instan yang mereka hasilkan telah memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku, baik di Indonesia maupun di negara tujuan ekspor. Namun, apa sebenarnya yang terjadi di balik penarikan empat varian Indomie ini di Australia? Mari kita simak ulasan lengkapnya!

1. Penarikan Produk oleh FSANZ

Dalam langkah yang mengejutkan, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) telah mengumumkan penarikan empat varian Indomie dari rak-rak pasar Australia.

Varian yang terkena dampak antara lain Indomie Mi Goreng Rasa Rendang, Indomie Rasa Ayam Bawang, Indomie Rasa Soto Mie, dan Indomie Mi Goreng Aceh, dengan tanggal kedaluwarsa yang bervariasi hingga tahun 2025.

Penarikan ini diambil karena kemasan produk tidak mencantumkan informasi alergen yang penting, sehingga berpotensi membahayakan bagi mereka yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap bahan seperti susu dan telur. FSANZ menekankan pentingnya keselamatan konsumen, dan langkah ini diharapkan dapat melindungi kesehatan masyarakat.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Klarifikasi Indofood CBP: Produk Bukan untuk Pasar Ekspor

Menanggapi penarikan produk yang mengejutkan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dengan tegas menjelaskan bahwa barang yang ditarik bukanlah hasil ekspor resmi ke Australia.

Hal ini bisa dilihat dari kemasan yang menggunakan Bahasa Indonesia, bukan Bahasa Inggris. Indofood CBP menegaskan bahwa produk mi instan tersebut memang hanya diperuntukkan bagi pasar domestik.

Mereka memastikan bahwa setiap produk yang diekspor ke Australia selalu dilengkapi dengan label "export product" dan informasi mengenai kandungan alergen yang sesuai dengan regulasi setempat.

3. Standar Keamanan Pangan Indofood CBP

Indofood CBP dengan tegas memastikan bahwa setiap mie instan yang mereka luncurkan telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) serta memenuhi standar internasional Codex untuk mie instan.

Tak hanya itu, produk-produk ini juga telah mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diproduksi di fasilitas bersertifikat ISO 22000 atau FSSC 22000, yang menjamin sistem manajemen keamanan pangan yang ketat.

Untuk memberikan perlindungan ekstra bagi konsumen, Indofood CBP juga mencantumkan informasi alergen dengan jelas dan tegas pada kemasan produk yang ditujukan untuk pasar Indonesia, sesuai dengan Peraturan BPOM RI No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

4. Tidak Ada Dampak Material bagi Indofood CBP

Indofood CBP dengan tegas menegaskan bahwa penarikan produk di Australia tidak melanggar aturan dan tidak akan berpengaruh signifikan pada operasional maupun kinerja keuangannya.

Saat ini, semua produk mi instan Indofood CBP yang diekspor secara resmi ke Australia tetap dapat dipasarkan dan didistribusikan tanpa hambatan oleh distributor resmi yang telah ditunjuk, tanpa adanya penarikan atau penahanan dari pihak otoritas Australia.

Perusahaan ini menduga bahwa produk yang ditarik tersebut masuk ke Australia melalui jalur impor ilegal, dan kesalahan dalam pencantuman label alergen sepenuhnya menjadi tanggung jawab importir tidak resmi, bukan Indofood CBP sebagai produsen.

5. Mengapa Indomie Ditarik di Australia?

Empat varian Indomie harus ditarik dari peredaran di Australia karena masalah serius: kemasan mereka tidak mencantumkan informasi alergen yang wajib, melanggar aturan ketat dari FSANZ.

6. Apakah Indomie yang Ditarik di Australia Aman Dikonsumsi?

Indofood CBP memastikan bahwa produk yang ditarik tetap aman untuk dikonsumsi dan telah memenuhi semua standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia. Meski begitu, bagi mereka yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu dan/atau telur, sebaiknya menghindari produk ini demi kesehatan.

7. Apakah Indofood CBP Melanggar Aturan di Australia?

Indofood CBP dengan tegas menegaskan bahwa mereka tidak melanggar peraturan di Australia, karena produk yang ditarik dari peredaran bukanlah barang yang secara resmi diekspor ke negeri kanguru tersebut. Semua produk yang disuplai ke Australia telah memenuhi standar ketat pelabelan alergen yang berlaku.

8. Apa Dampak Penarikan Produk Indomie di Australia bagi Indofood CBP?

Indofood CBP dengan tegas memastikan bahwa penarikan produk yang terjadi tidak akan memengaruhi secara signifikan operasi maupun kinerja keuangan perusahaan.

9. Apa yang Dimaksud dengan Alergen dalam Makanan?

Alergen merupakan zat yang mampu memicu reaksi alergi pada mereka yang sensitif, dan dampaknya bisa sangat beragam.

10. Apa Saja Persyaratan Baru Pelabelan Alergen di Australia?

Mulai 25 Februari 2024, Australia akan memperkenalkan aturan baru yang menarik perhatian terkait pelabelan alergen, di mana informasi mengenai alergen harus ditampilkan dengan lebih jelas dan mudah dibaca pada kemasan makanan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/srr)