Fakta dan Kronologi Jozeph Paul Zhang Ngaku-Ngaku Sebagai Nabi Ke-26 dan Nantang untuk Dipolisikan

Senin, 19 April 2021 19:05
Fakta dan Kronologi Jozeph Paul Zhang Ngaku-Ngaku Sebagai Nabi Ke-26 dan Nantang untuk Dipolisikan
Jozeph Paul Zhang / Credit Foto: Youtube


Kapanlagi Plus - Nama Jozeph Paul Zhang belum lama ini tiba-tiba viral dan jadi buah bibir netizen. Alasannya karena Ia mengunggah sebuah video di channel Youtube-nya yang penuh kontroversi dan disebut menistakan agama Islam berjudul Puasa Lalim Islam.

Ada beberapa statement dari Jozeph yang dipermasalahkan oleh publik Tanah Air pada videonya tersebut, mulai dari topik seputar puasa hingga pengakuannya sebagai nabi ke-26. Bahkan, Jozeph dengan berani mengadakan sayembara pada semua orang yang bisa atau berani mempolisikannya!

Ketinggalan ceritanya? Berikut fakta-fakta dan kronologi lengkapnya..

1. Bahas Masalah Puasa

Awalnya, Jozeph bercerita tentang teman-teman Muslimnya yang berada di Eropa. Ia menyebut teman-temannya berpuasa hanya pada tahun pertama karena takut kepada Allah. Jozeph juga menilai puasa itu lalim.

"Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang laper! Jadi kalau kita lihat sekarang di Indo kan pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada... bukan lagi pada puasa, lagi duniawi nggak puasa. Sebab temen-temen muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa nggak. Tahun 3 bablas nggak yang puasa, Allah nggak lihat. Loh kenapa? Kan Allah Maha tahu. Nggak, Allah lagi dikurung di Ka'bah," ungkap Jozeph sambil tertawa-tawa pada videonya tersebut.

2. Ngaku Sebagai Nabi Ke-26

Tak sekedar membahas masalah puasa, Jozeph juga mengeluarkan statement lain yang menyulut amarah umat muslim. Bagaimana tidak, Ia megaku-ngaku sebagai nabi ke-26!

"Nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah," tegasnya.

3. Tantang untuk Dipolisikan

Tak berhenti sampai situ saja, Jozeph lantas menantang semua orang untuk mempolisikannya. Bahkan, Ia menyediakan uang hadiah bagi siapapun yang bisa melakukan tantangannya tersebut.

"Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama. Tolong viralkannya jangan lama-lama, ya. Sekalian laporan polisinya. Email ke hagios.eu@gmail.com. Kalau sudah ada laporan polisinya dikirim via email. Saya kasih Rp 1 juta," tulisnya di kolom komentar.

4. Identitas Asli

Menanggapi masalah ini, pihak Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun turun tangan. Dilansir dari Detik.com, Jozeph Paul Zhang bukanlah nama asli dari pria tersebut, melainkan hanya nama akun Youtube. Diketahui jika nama aslinya adalah Shindy Paul Soerjomoelyono.

"Sesuai data perlintasan, namanya Shindy Paul Soerjomoelyono. Paul Zhang itu nama akun YouTube-nya," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi, Senin (19/4/2021).

Lebih jauh, diketahui jika Jozeph saat ini sedang tidak berada di Indonesia. Berdasarkan database dari perlintasan Imigrasi, Jozeph diketahui telah meninggalkan Indonesia sejak 11 Januari 2018 silam menuju Hong Kong.

5. Tanggapan MUI Jabar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat pun turut berkomentar terkait masalah ini. Rafani Achyar, Sekretaris MUI Jabar menilai kasus Jozeph Paul Zhang murni pelecehan terhadap agama.

"Jadi secara substansi itu jelas kan pelecehan ya, pelecehan terhadap agama, terutama Islam. Dalam Islam keyakinan tidak ada nabi setelah nabi Muhammad ya, itu dari sisi itu jelas sudah memenuhi. Ini kan menjadi pertanyaan apakah ada skenario mengganggu di Indonesia ini, apalagi ini kan bulan puasa ya," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

6. Dilaporkan ke Polisi

Atas beredarnya video tersebut, beberpaa pihak mulai membuat laporan ke polisi, seperti salah satunya Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH).

"Sudah kita laporkan pemilik akun YouTube Jozeph Paul Zhang yang diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap," ujar Husin Shahab, salah seorang Direktur KPMH, Minggu (18/4/2021).

7. Polri Kerjasama dengan Interpol untuk Buru Jozeph

Sementara itu dikutip dari Antara, Minggu (18/4), Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu keberadaan Jozeph Paul Zhang. Hal itu agar Jozeph bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.

"Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau nggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Bareskrim Polri bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang.

"Kalau yang seperti itu kan bisa dibuat laporan temuan penyidik atas konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat, merusak persatuan dan kesatuan, sesuai dengan SE Kapolri kan ditindak tegas," kata Agus.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI