Finlandia Akan Hilangkan Mata Pelajaran Penting Ini Di Sekolah?

Selasa, 29 November 2016 09:18 Penulis: Agista Rully
Finlandia Akan Hilangkan Mata Pelajaran Penting Ini Di Sekolah?
© cnyllearns.com

Kapanlagi Plus - Berbicara mengenai pendidikan, sudah menjadi rahasia umum bahwa Finlandian merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Bahkan Finlandia sudah menjadi langganan peringkat 10 besar dunia untuk urusan kualitas pendidikan. Meski sudah menjadi negara dengan kualitas pendidikan terbaik, Finlandia tetap melakukan revolusi dalam sistem pendidikannya.

Baru-baru ini diberitakan bahwa Finlandia akan menghapuskan beberapa mata pelajaran yang selama ini dianggap penting. Mata pelajaran yang dihapus oleh kementrian pendidikan Finlandia tersebut antara lain: Matematika, Fisika, Sastra, Sejarah, dan Geografi. Wah, selamat datang di surga dunia bagi anak sekolah!

Mata pelajaran yang dianggap penting seperti matematika dan fisika dihapuskan dari kurikulum pendidikan Finlandia karena dirasa kuno. "Terdapat beberapa sekolah yang mengajar mata pelajaran dengan cara lama dan itu hanya dapat dilakukan pada tahun 1900-an. Di abad ke-21 cara kuno tersebut tak digunakan lagi." ujar Kepala Departemen Pendidikan Helsinki, Marjo Kyllonen, dikutip dari brightside.me.

Finlandia akan hilangkan Matematika dan Fisika pada tahun 2020 © CylLearns.comFinlandia akan hilangkan Matematika dan Fisika pada tahun 2020 © CylLearns.com

Rencananya, kurikulum baru yang akan dicanangkan di negeri dengan sistem pendidikan terbaik ini akan mengenalkan siswa untuk mempelajari peristiwa dan fenomena dalam format yang fleksibel. Siswa akan dibebaskan untuk mempelajari apa yang mereka sukai dan tidak mengambil mata pelajaran yang tidak mereka sukai. Seorang siswa tidak perlu dipaksa belajar matematika kalau memang dia tidak tertarik untuk memahaminya.

Tak hanya itu, siswa yang berusia 16 tahun akan diarahkan untuk mengambil bidang ilmu yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan mereka di masa mendatang. Salah satu contohnya adalah kegiatan magang atau bekerja di Cafe. Dalam kegiatan ini, siswa tak hanya "dipekerjakan" namun akan mempelajari ilmu ekonomi, bahasa, dan komunikasi secara langsung.

Kurikulum yang akan diterapkan pada tahun 2020 ini juga tidak mengharuskan siswa untuk belajar dari balik meja dan mengerjakan ujian. Siswa akan dibebaskan untuk membentuk kelompok diskusi sendiri dan diarahkan oleh guru untuk mempelajari dan memecahkan masalah yang mereka diskusikan tersebut.

Sebagai bentuk persiapan yang matang atas perubahan kurikulum ini, 70% guru sekolah di Finlandia telah mendapatkan pelatihan implementasi sistem pendidikan dan kurikulum yang baru. Kalau menurutmu sendiri, apakah Indonesia juga perlu mengadaptasi kurikulum semacam ini? Coba kemukakan pendapatmu di kolom komentar ya.

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI