Gaji 5,4 Miliar, Tapi Tak Ada Yang Mau Jadi Dokter di Kota Ini?

Senin, 29 Februari 2016 14:48 Penulis: Lusi Vita
Gaji 5,4 Miliar, Tapi Tak Ada Yang Mau Jadi Dokter di Kota Ini?
Tak ada seorang pun dokter yang ingin bekerja di kota kecil ini ©Odditycentral.com

Kapanlagi Plus - Meski tak mudah diraih, namun profesi seorang dokter saat ini mau tak mau memang diinginkan sebagian masyarakat yang ada di dunia. Walaupun jalannya tak mudah dan biaya pendidikan yang konon kurang terjangkau. Namun, profesi yang satu ini tetap dikejar oleh sebagian masyarakat yang mampu secara mental, akal dan tentunya finansial. 

Di mana, selain tujuannya menolong nyawa banyak orang. Profesi ini bisa dibilang mampu menjamin masa depan yang lebih baik. Tapi sepertinya uang saat ini juga tak bisa dijadikan tolak ukur seseorang untuk bekerja di suatu tempat seperti kasus yang terjadi di salah satu kota kecil daerah Waikato, New Zealand, Tokoroa.

Padahal gaji yang ditawarkan oleh satu-satunya klinik kesehatan yang beroperasi di kota kecil ini terbilang sangat besar lho. Yakni sekitar 400 ribu Dollar Amerika (sekitar Rp 5,4 miliar) per tahunnya. Wuah, sungguh itu bukan angka yang kecil untuk penghasilan selama satu tahun bukan, seperti dilansir melalui Odditycentral.com.

Inilah penampakan Tokoroa yang bisa dibilang jauh dari keramaian kota besar itu ©Odditycentral.comInilah penampakan Tokoroa yang bisa dibilang jauh dari keramaian kota besar itu ©Odditycentral.com

Tapi kok bisa ya, nggak ada seorang pun dokter yang mau bekerja di kota kecil itu. Padahal dengan gaji per tahun yang begitu besar, tentu posisi itu seharusnya bakal jadi rebutan lho. Apakah kota itu berhantu? Eits, jangan berpikir yang macam-macam dulu. Sebab, menurut satu-satunya dokter yang bekerja sekaligus pemilik Tokoroa Family Health Clinic, Alan Kenny ini menyatakan kalau kendalanya adalah perkara lokasi yang jauh dari kehidupan kota.

Inilah dokter Alan Kenny yang ingin mencari dokter pembantu dan rekan di Tokoroa ©Odditycentral.comInilah dokter Alan Kenny yang ingin mencari dokter pembantu dan rekan di Tokoroa ©Odditycentral.com

Belum lagi, saat jam kerja dokter Kenny sendiri sampai tak bisa makan siang atau pun beristirahat karena pasien yang membludak setiap harinya yang ia tangani sendiri. Makanya, dokter Kenny selama ini merasa terkurung di kota tersebut karena tak pernah sempat berlibur selama membuka praktek di sana.

Apalagi selama ini dokter yang berusia 61 tahun itu juga mengaku capek berat seharian ketika harus menangani sekitar 40-an lebih pasien sakit setiap harinya. Bisa dibayangkan bukan mengapa ia bisa stress dan pastinya bakal sangat jarang dokter muda yang mau menerima tantangan seperti ini. Yah, memang terkadang uang juga bukan segalanya kan? Menurutmu?

(odd/vit)

Editor:

Lusi Vita



MORE STORIES




REKOMENDASI