GKR Pembayun, Calon Ratu Pertama Yogyakarta Yang Bikin Gempar

Jum'at, 08 Mei 2015 14:18 Penulis: Arai Amelya
GKR Pembayun, Calon Ratu Pertama Yogyakarta Yang Bikin Gempar
GKR Pembayun ©Merdeka

Kapanlagi Plus - Setelah Sri Sultan Hamengku Bawono X mengeluarkan Sabda Raja kedua pada Selasa (5/5) kemarin, publik langsung mengalihkan perhatian kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun. Nama Pembayun mendadak populer setelah sang ayah menetapkan dirinya sebagai Putri Mahkota sekaligus pewaris tahta Keraton Yogyakarta menggantikan dirinya.

Banyak yang penasaran, siapakah Pembayun? Jika kamu tak tahu, maka perempuan berusia 43 tahun yang juga anak pertama Sultan ini adalah sosok yang istimewa. Terlahir dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurmalita Sari, Pembayun punya peluang besar mengubah sejarah Keraton Yogyakarta dengan menjadi Ratu pertama kerajaan tersebut.

Meskipun terlahir sebagai perempuan Jawa dan berasal dari kalangan Darah Biru, Pembayun justru begitu mengutamakan pendidikan. Dibesarkan di Yogyakarta hingga menempuh jenjang sekolah menengah di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, Pembayun pun berpindah sekolah ke Singapura saat SMA di International School of Singapore. Usai lulus SMA, Pembayun pun menolak pulang dan melanjutkan pendidikan di beberapa kampus di California, Amerika Serikat dan Universitas Griffith Brisbane di Queensland, Australia.

GKR Pembayun ©MerdekaGKR Pembayun ©Merdeka

Tidak seperti perempuan Jawa yang memilih menikah muda, Pembayun justru melepas masa lajangnya saat berusia 30 tahun. Tepatnya pada 28 Mei 2002, Pembayun dipinang oleh Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro. Sama seperti Pembayun, Wironegoro pun juga seorang berpendidikan tinggi di mana dia meraih gelar S1 di Swiss, S2 di Inggris dan S3 di UGM Yogyakarta.

Selain aktif dalam berbagai organisasi sosial masyarakat, tak banyak yang tahu jika Pembayun adalah Direktur PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (YTI). YTI adalah perusahaan rokok kretek yang dibangun di Bantul demi mengurangi angka pengangguran. Selain PT YTI, perempuan yang kini berganti nama menjadi GKR Mangkubumi sesuai Sabda Raja kedua itu juga Direktur PT Yarsilk Gora Mahottama dan Komisaris Utama PT Madubaru.

Nantinya, kalau Pembayun resmi dilantik menggantikan sang ayah, maka Pembayun bakal menjadi Ratu pertama di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena selama 260 tahun Keraton Yogya ada, selalu dipimpin oleh laki-laki. Bahkan saat Surakarta dan Yogyakarta masih jadi satu dalam Kerajaan Mataram Baru/Islam, tak pernah ada pemimpin perempuan di sana. Bagaimana menurutmu, apakah GKR Pembayun cocok menjadi pemimpin Yogyakarta di masa depan?

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI