GKR Pembayun Jadi Calon Ratu Yogya, Bakal Ada Rebutan Tahta?

Kamis, 07 Mei 2015 10:18 Penulis: Arai Amelya
GKR Pembayun Jadi Calon Ratu Yogya, Bakal Ada Rebutan Tahta?
Keraton Yogya ©wikimedia

Kapanlagi Plus - Sebagai salah satu keluarga Kerajaan yang populer di Indonesia, Keraton Yogyakarta kini sedang menjadi pusat perhatian publik. Hal itu tak lain karena sang Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya sudah memilih sang penerus tahta sebagai pemimpin Yogyakarta menggantikan dirinya.

Adalah putri sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun yang terpilih sebagai sang pewaris tahta Sultan. Namun penunjukkan perempuan berusia 43 tahun itu diikuti oleh kabar pecahnya keluarga besar Sultan. Apakah bakal terjadi persaingan merebut kekuasaan seperti serial Game of Throne di Keraton Yogyakarta?

Inilah GKR Pembayun, calon Ratu Yogyakarta yang cantik ©WikipediaInilah GKR Pembayun, calon Ratu Yogyakarta yang cantik ©Wikipedia

Semua bermula saat Sultan mengeluarkan Sabda Raja pertama pada 30 April lalu yang berisi penghapusan serta perubahan gelar Sultan, mengubah perjanjian antara pendiri Mataram dan menyempurnakan keris. Tak lama kemudian, pada Selasa (5/5), Sultan mengeluarkan Sabda Raja kedua yang mengubah nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi dan diangkatnya sang putri sulung menjadi Putri Mahkota sekaligus calon Ratu Keraton Yogyakarta menggantikan dirinya.

Dalam wawancara singkat Sultan dengan media, secara implisit perubahan nama dan strata kesultanan GKR Pembayun adalah sinyal bahwa Pembayun bakal jadi penerus tahta Sultan. Hanya saja pembacaan dua Sabda Raja itu justru tak dihadiri adik-adik lelaki Sultan. Pihak yang hadir saat Sabda Raja kedua hanyalah GKR Hemas istri Sultan, GKR Pembayun sang Putri Mahkota, KPH Wironegoro suami Pembayun, KRT Jayaningrat keponakan Sultan dan KBPH Prabu Suryodilogo yang juga Sri Paduka Pakualaman IX.

Berkunjung ke Imogiri, GKR Pembayun tak sengaja berjumpa paman-pamannya ©MerdekaBerkunjung ke Imogiri, GKR Pembayun tak sengaja berjumpa paman-pamannya ©Merdeka

"Kalau sudah tahu jangan tanya lagi. Soal sikap adik-adik saya, saya nggak tahu, lebih baik tanya mereka dong. Jangan tanya saya. Minggu depan saya panggil semua. Biar sekarang yang enggak setuju berkoar dulu semua," papar Sultan di kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY Rabu (6/5), seperti dilansir Merdeka.

Sementara itu di tempat berbeda, GBPH Prabukusumo sekaligus adik Sultan menyebutkan kalau saudara Sultan lainnya bakal menggelar pertemuan tanpa mengajak kakak tertua mereka itu. Bahkan sebelum menggelar rapat, mereka sempat berziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri. Waduh, semoga saja Keraton Yogyakarta tidak pecah ya!

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI