Hanya di Indonesia, Lomba Agustusan Yang Super Heboh

Senin, 18 Agustus 2014 16:41 Penulis: Mahardi Eka Putra
Hanya di Indonesia, Lomba Agustusan Yang Super Heboh
dok. istimewa


Kapanlagi Plus - Merayakan HUT Ri ke-69 pada tanggal 17 Agustus kemarin, seperti apa kemeriahan yang kamu rasakan? Apakah di tempatmu diadakan perlombaan tahunan seperti makan kerupuk, balap karung, dan tarik tambang? Tentunya perayaan kemerdekaan di negara kita tak pernah sepi dari acara lomba-lomba. 

Perlombaan yang sederhana tapi meriah ini sudah seperti tradisi yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat. Tanpanya ada yang terasa kurang. Bahkan di daerah-daerah tertentu, masyrakatnya punya tradisi yang unik dalam merayakan HUT RI ini.

Bukan sekadar meriah saja, tapi perlombaan tersebut super heboh. Mulai dari yang bikin ngakak sampai ekstrem ada di sini. Yuk intip seperti apa perlombaannya. Yang pasti, semuanya bikin heboh.

1. Adu Petasan

Warga di Serpong, Tangerang Selatan, Banten punya tradisi unik untuk memeriahkan HUT RI. Mereka menamakannya Adu Bedug. Apa yang terbesit di benakmu saat mendengarkan nama lomba tersebut? Apakah barisan orang memukul-mukul bedug dengan semangat hingga yang paling keras suaranya keluar sebagai pemenang?

Salah besar!

Yang ada Adu Bedug adalah nama yang mereka berikan untuk perang petasan di sebuah tanah lapang antara dua tim. Mereka membakar petasan dari segala jenis, mulai dari yang harganya 10 juta hingga 20 juta untuk kemudian dilempar ke arah lawan mereka.

Sementara yang berlomba harus waspada akan lemparan petasan dari kubu lawan, warga lainnya asyik melihat dari kejauhan. Wah-wah perlombaan yang ekstrem ya.

2. Lomba Makan Kerupuk, Itu Biasa

Taruhan deh, ketika ada lomba di sekitar tempat tinggalmu, lomba makan kerupuk menjadi salah satu pilihannya. Memang benar bahwa lomba ini populer di Indonesia, karena memang kerupuk hanya ada di Indonesia dengan cita rasanya yang gurih serta teksturnya yang garing dan renyah. Selain seru, lomba ini pun mengenyangkan.

Namun beberapa orang merasa bahwa perlombaan dengan menggunakan kerupuk itu terlalu mudah. Maka mereka pun menggantinya dengan cakram rem sepeda motor yang terbuat dari besi. Alih-alih kenyang, para peserta pasti mendapati giginya rontok.

Entah sungguhan atau tidak, foto beberapa pria yang sedang berusaha memakan cakram besi itu ramai beredar di media sosial. Siapa yang tak tertawa membayangkan para peserta makan cakram yang kerasnya minta ampun itu.

3. Panjat Pinang Hadiah Menggiurkan

Panjat Pinang bukan jenis perlombaan yang baru dalam memperingati HUT RI. Perlombaan ini sangat seru dilakukan di lapangan yang luas karena melibatkan banyak orang dalam satu kali pertandingan.

Yang membuat sulit dalam perlombaan ini karena batang pinang yang dipakai telah dilumuri oli atau lumpur sebelumnya. Jadi bisa dipastikan bahwa mereka yang berusaha memanjat lebih sering tergelincir. Hadiahnya pun beragam, mulai dari kaos, peralatan rumah tangga atau benda-benda yang bisa digantung lainnya. 

Namun dalam perayaan di sudut Jakarta ini, hadiah yang diperebutkan tak tanggung-tanggung, yakni sebuah sepeda yang ukurannya tentu tak kecil. Siapa mau ikutan?

4. Panjat Pinang Level Hard

Seakan ingin tantangan yang lebih sulit untuk ditaklukan, warga Enggal, tahun ini warga Kecamatan Enggal, Bandar Lampung memutuskan untuk mengganti batang pohon pinang yang biasanya digunakan dalam lomba dengan menggunakan pohon pisang.

Tentu saja hal ini makin membuat perlombaan menjadi sulit karena pohon pisang punya tekstur kulit yang lebih licin. So, dijamin para peserta lomba akan berusaha ekstra keras untuk bisa mencapai pucuk pohonnya dan mendapatkan hadiahnya.

Berani coba?

5. Lomba Yang Mengenyangkan

Banyak hal unik yang dilakukan untuk memeriahkan HUT RI. Seperti contohnya warga Desa Lagan Bungin, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu ini.

Merasa bahwa lomba makan kerupuk sudah terlalu sering, mereka pun merayakan HUT RI ke-69 kali ini dengan menyelenggarakan lomba makan nasi tercepat. Siapa pun boleh ikut, asalkan mereka sanggup menghabiskan nasi putih yang tersaji dengan cepat.

Yang lebih unik lagi nih, nasi putihnya ditambah dengan lauk-pauk berupa gulai ikan tempoyak, sambal jengkol, tempe, gulai nangka, dan rebusan sayur. Lezat bukan? Mereka yang sudah menahan lapar sebelum lomba pasti dengan cepat bisa melahapnya.

6. Tentara Menari-Nari

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-69 di Aceh dipimpin langsung Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. Sebanyak 1.000 prajurit TNI dan 200 siswa tuirut berpartisipasi dalam upacara tersebut. Lantas apa bedanya perayaan tersebut dengan upacara lainnya?

Ternyata selepas upacara selesai, peserta upacara yang kebanyakan para tentara itu langsung menampilkan atraksi tari Likok Pulo di lapangan Blang Padang. Ribuan warga kota Banda Aceh yang memadati lapangan Blang Padang pun langsung tumpah ruah menyaksikan tarian massal tersebut yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

Pangdam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Agus Kriswanto yang diwawancarai Merdeka.com mengatakan bahwa tarian ini sengaja ditampilkan sebagai bukti kecintaan prajurit TNI dengan kearifan lokal suatu daerah, terutama Aceh yang memiliki banyak sejarah dan seni.

Tentara tak harus selalu pasang tampang serius kan?

7. Lomba Nangis? Seperti Apa Tuh?

Semarak ulang tahun RI ke-69 pun dirasakan sampai ke luar-luar negeri lho. Pasalnya tak sedikit dari warga Indonesia yang tinggal di luar negeri karena urusan studi atau pun pekerjaan.

Cerita unik pun datang dari warga Indonesia di Adelaide, Australia Selatan. Seperti yang dilansir Tribune News, mereka merayakan HUT RI dengan menyelenggarakan lomba nangis.

Seperti apa pelaksanaannya? Ada tiga orang juri yang menilai tangis yang ditampilkan peserta berdasarkan kecepatan, penghayatan dan raut muka yang ditampilkan. Hmm... kamu yang sedang galau dan banyak masalah pasti punya potensi besar untuk langsung menangis di depan para juri.

8. Menangkap Bebek di Laut

Setiap warga pasti punya kreativitas berbeda dalam merayakan HUT RI. Semua tergantung dari lokasi tempat mereka tinggal. Seperti para nelayan di Tuban ini, mereka merayakan HUT RI dengan menangkap bebek di laut.

Mereka yang tergabung di Kelompok Nelayan Wanasari, sudah mempersiapkan sedikitnya 20 ekor bebek. Dari jumlah bebek yang dilepas, hanya 15 ekor yang diikatkan nomor berisi berbagai macam hadiah.

Selain memeriahkan hari kemerdekaan ke-69, kegiatan ini juga memperingati hari nelayan yang jatuh pada 7 Agustus lalu. Seru pasti melihat para bapak-bapak nelayan ini berenang berkejaran dengan bebek di laut.

9. Bapak-Bapak Pakai Daster

Ada bapak-bapak pakai daster. Tenang mereka bukan sedang menjajal jadi wanita kok. Kostum tersebut mereka kenakan dalam rangka ikut lomba sepakbola berdaster. Lomba ini tentunya sangat familiar untuk masyarakat Indonesia. Apalagi olahraga sepak bola adalah olahraga yang sangat dicintai seantero dunia.

Pada tiap 17-an, lomba sepak bola pakai daster sangat sering dilakukan di tiap-tiap kampung. Tak hanya daster, sarung juga kerap dipakai saat pertandingannya.

Namun sepak bola memakai daster sungguh lucu. Sebab biasanya yang mengikuti lomba ini adalah laki-laki yang kebanyakan adalah bapak-bapak. Sungguh terbayang bagaimana lucunya laki-laki tua berlari dan berebut bola namun menggunakan daster milik istrinya.

10. Hias Wajah Dengan Mata Tertutup

Wanita merias diri? Sudah ahlinya. Lalu kalau merias para lelaki? Tentu tak sulit pula. Akan tetapi apabila yang merias harus ditutup matanya, tentu akan jadi berbeda.

Lomba rias wajah dengan mata tertutup biasanya harus diikuti dua orang peserta, dan bebas diikuti umur berapapun. Namun biasanya lomba ini diikuti pemuda dan pemudi kampung setempat.

Salah seorang yang matanya ditutup dengan kain sudah disediakan peralatan make up seperti bedak dan lipstik. Peserta dengan mata tertutup itu harus merias wajah kawan di depannya dengan insting yang baik. Sebab jika tidak, wajah kawannya itu pasti akan blontang-blonteng dengan bedak dan lipstik.

Tentunya lomba ini selalu membuat orang terpingkal-pingkal karena wajah yang sudah dirias pasti berantakan dan aneh.

11. Joget Mang!

Joget dan dangdut adalah dua paduan pas dalam perlombaan 17 Agustus di manapun kamu berada. Oleh karenanya lomba satu ini termasuk lomba yang sangat digemari saat 17-an tiba.

Lomba joget balon ini sering diadakan karena juga berbiaya murah dan gampang dilakukan. Panitia lomba di kampung cukup menyediakan puluhan balon dan sound system yang bisa memutar lagu dengan keras.

Dua orang peserta dalam satu tim harus mengapit satu buah balon di dahi. Mereka harus menahan balon itu agar tak jatuh. Lucunya mereka harus berjoget dengan iringan musik yang sudah diputar melalui sound system panitia. Biasanya lagu yang diputar adalah musik dangdut.

Bayangkan saja, dua peserta itu akan terlihat konyol dan membuat penonton tertawa terbahak-bahak karena harus terus mengapit balon dengan berjoget. Tarik mang!

(mdk/dka)



MORE STORIES




REKOMENDASI