Heboh, Singapore Kehabisan Lahan Pemakaman, Warga Mulai Bingung!

Kamis, 13 Agustus 2015 09:18 Penulis: Lusi Vita
Heboh, Singapore Kehabisan Lahan Pemakaman, Warga Mulai Bingung!
Via ┬ęguardian

Kapanlagi Plus - Apa yang terjadi ketika lahan atau tanah kosong sudah mulai habis? Yap, kita bakalan kesusahan untuk mendirikan bangunan rumah, sekolah atau fasilitas penting lainnya seperti kuburan. Selama ini kadang pemerintah memandang remeh dengan masalah ini. Sehingga, ketika lahan kosong sudah habis, maka tempat peristirahatan terakhir bagi manusia itu menjadi sasaran.

Sudah banyak banget kan, kasus tercatat soal tanah kuburan yang dialihfungsikan menjadi bangunan atau gedung baru seperti apartemen, pemukiman mewah atau mall. Untungnya saja, di negara kita ini lahan atau tanah kosong masih banyak yang belum digunakan. Namun, bagaimana nantinya? Mau tak mau kita juga pasti menghadapi masalah yang sama kan seperti yang dihadapi oleh Singapore saat ini.

Wah, memangnya ada apa dengan Singapore? Negara tersebut saat ini memang sedang mengalami masalah serius. Bagaimana tidak, negara kecil padat penduduk ini memang terkenal sebagai negara maju yang super lengkap dengan bangunan-bangunan plus fasilitas super mewah. Hingga, banyak masyarakat di negara kita yang membandingkannya dengan kondisi Indonesia yang tidak memiliki fasilitas yang sama dengan negeri tetangga tersebut, seperti dilansir dari Guardian.

Penampakan kuburan yang bakal dibongkar dan pemukiman atau fasilitas mewah yang dibangun di atas tanah kuburan. Ngeri kan? ©GuardianPenampakan kuburan yang bakal dibongkar dan pemukiman atau fasilitas mewah yang dibangun di atas tanah kuburan. Ngeri kan? ©Guardian

Akan tetapi, nyatanya Singapore banyak membangun fasilitas-fasilitas tersebut di atas tanah kuburan. Artinya, ratusan hingga ribuan jasad yang tersisa mesti dipindahkan terlebih dahulu. Seperti yang baru saja terjadi yakni sekitar 100 ribu kuburan di Singapore dibongkar untuk dibangun sebuah gedung pencakar langit terbaru yang dilengkapi mall, apartemen dan pusat bisnis.

Cukup menyedihkan bukan ketika nantinya, angka kematian semakin meningkat sedangkan lahan untuk kuburan hampir tidak ada. Sebab, satu-persatu tanah kuburan di sana sudah berubah fungsi dari tahun ke tahun. Sepeti contohnya, Pemakaman Bidadari yang dulunya dipakai 126 ribu jasad. Namun, pada tahun 2001 hingga 2006 makam tersebut dibersihkan dan menjelma jadi kota kecil dengan fasilitas super mewah.

Dan kini kasus seperti itu masih berlanjut karena sekarang sedang proses juga pembersihan Pemakaman Bukit Brown yang bakal menjelma lagi menjadi pemukiman mewah pada tahun 2030 nanti. Sekarang, Singapore hanya memiliki satu tempat pemakaman besar yang mana untuk tanahnya saja harus beli dengan biaya 315 hingga 940 dolar Singapore (Rp 3 hingga 9,2 jutaan) per orang. Wajar saja kalau dengan kenyataan ini warga Singapore mendadak kebingungan. Yah, setidaknya negara kita masih jauh lebih beruntung karena masih punya tanah kosong untuk pemakaman. Nah, bagaimana komentar kalian tentang permasalahan ini?

(gua/vit)

Editor:

Lusi Vita



MORE STORIES




REKOMENDASI