IMM dan PMII Malang Gelar Salat Gaib dan Tahlil Untuk Korban Demo

Sabtu, 28 September 2019 11:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
IMM dan PMII Malang Gelar Salat Gaib dan Tahlil Untuk Korban Demo
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Malang menggelar aksi damai atas meninggalnya dua peserta aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Aksi diisi salat gaib dan tahlilan bagi almarhum Randi (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19) di Jalan Jaksa Agung Soeprapto, depan Mapolres Malang Kota.

Aksi diawali dengan kedatangan massa IMM dengan nyanyian-nyanyian pergerakan yang dilanjutkan dengan berorasi. Peserta aksi bertambah dengan kehadiran massa PMII yang sebagian datang mengenakan kain sarung dan kopyah.

Masing-masing pun menyampaikan orasi menuntut Polri mengungkap kasus penembakan atas meninggalnya kedua aktivis mahasiswa tersebut.

"Bahwa pihak kepolisian telah gagal melakukan pengamanan massa. Kami menuntut agar oknum aparat polisi yang melakukan penembakan diusut tuntas dan dihukum," ungkap salah seorang orator, Jumat (27/9).

 

1. Gelar Shalat Gaib

Massa pun selanjutnya menyiapkan shaff guna menggelar salat gaib di pinggir jalan. Turut bergabung juga dari aparat kepolisian, termasuk Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander.

Salah seorang mahasiswa yang ditunjuk sebagai imam memberikan pengantar tentang tata cara menjalankan salat. Salat dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk kedua almarhum.

Usai salat masing-masing organisasi mahasiswa itu menyampaikan sikapnya atas kejadian yang menimpa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara. Pernyataan dibacakan secara bergantian oleh ketua cabang masing-masing.

Aspirasi para mahasiswa tersebut langsung diterima oleh Kapolres Malang Kota. Selanjutnya, massa mahasiswa melanjutkan duduk bersila di atas aspal yang terik membaca tahlil dan kalimat tayibah.

Selama pelaksaan tahlil, massa mendapatkan pengawalan pihak keamanan, termasuk para Polwan berjilbab putih.

2. Lakukan Investigasi

Dalam pernyataannya, IMM Cabang Malang memberikan waktu 2 X 24 kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi dan mencari dalang di balik peristiwa tragis tersebut.

"Jika dalam waktu tersebut yang sudah ditentukan tidak diperoleh hasil yang signifikan, maka kami menuntut Kapolri, Kapolda Sulawesi Tenggara, Kapolres Kota Kendari, agar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban," kata Irsyad Madjid.

IMM meminta kepolisian menggelar konferensi pers terkait kematian Randi, yang merupakan kader IMM. Kepolisian juga diminta mengambil tanggung jawab secara konstitusional untuk menyelesaikan kasus tersebut.

IMM juga meminta kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah membentuk tim investigasi independen untuk melakukan advokasi pada kasus tersebut. Selain itu kepolisian harus melakukan evaluasi pengendalian massa dalam setiap aksi massa.

"Pihak kepolisian harus melakukan evaluasi besar-besaran terhadap proses pengendalian massa yang telah memakan banyak korban," tegasnya.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI