Jadi Pilot Hercules Perempuan Pertama, Anisa Amalia Pernah Phobia Ketinggian

Rabu, 02 Oktober 2019 17:11 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Jadi Pilot Hercules Perempuan Pertama, Anisa Amalia Pernah Phobia Ketinggian
Anisa Amalia © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Tiga tahun Anisa Amalia Octavia menempuh pendidikan AAU, setahun di Magelang bersama matra yang lain dan dua tahun di DI Yogyakarta. Anisa Amalia Octavia kemudian mengikuti Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI) selama 3 bulan di Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Saat itulah, 12 orang Taruni lulusan AUU tahun 2017 diwajibkan tes Sekolah Penerbang (Sekbang). Namun hanya dua yang dinyatakan lulus, yakni Anisa dan Letda Pnb Mega Coftiana, yang saat ini ditempatkan di Skuadron Udara 4 untuk pesawat Cassa di Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Saat tes, Anisa jujur menyampaikan alasan kalau orang tuanya tidak memperbolehkan menjadi penerbang, termasuk phobianya pada ketinggian. Tetapi beberapa hari kemudian justru keluar pengumuman namanya dinyatakan lulus tes.

1. Jujur Tapi Tetap Diterima

"Padahal saya sudah jujur. Ya sudah saya laksanakan, itu kan sudah perintah, tertulis dari atasan. Saya melaksanakan atitude tes di Yogyakarta, tes untuk bakat minat menjadi penerbang," katanya.

Sejak saat itu, Anisa yang phobia ketinggian merasakan pertama kali naik pesawat terbang. Tetapi sekali naik langsung diajak bermanuver oleh instrukturnya dengan pesawat latih. Bisa dibayangkan, Anisa yang takut ketinggian dan tidak pernah naik pesawat, menjalani cek mental dengan manuver menggunakan pesawat dua awak.

"Dikasih manuver-manuver. Saya pertama terbang, kaku semua badan saya. Tapi saya pura-pura berani saja, soalnya gengsi gitu ditanyain, "Kamu takut tidak? Siap! Tidak'. Makinlah dibolak-balik. Kaki saya tidak bisa gerak, saking kakunya. Mual-mual mau muntah gengsi juga, baru sampai bawah ke kamar mandi," ungkapnya mengingat.

2. Bertekad Lulus

Sejak saat itu juga, Anisa bertekad harus melaksanakan pendidikan Sekbang sampai tuntas. Dalam benaknya tidak mungkin mundur, karena sudah sekian tahapan dijalaninya dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah diberikan.

"Mau tidak mau harus bisa belajar berusaha melewati menyelesaikan pendidikan itu. Saat pendidikan mau nggak mau mengubah mindset. Mindsetnya harus lulus, berhasil, jangan kalah sama yang cowoknya. Begitu lulus, saya dijuruskan ke Skuadron 32 (Hercules)," kisahnya.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI