Jadi yang Pertama di Indonesia, Tonton Pertunjukan Video Projection Mapping Karya Maestro Seni Rupa S. Sudjojono di Jakarta Digital Art Festival

Selasa, 29 November 2022 12:00 Penulis: Iwan Tantomi
Jadi yang Pertama di Indonesia, Tonton Pertunjukan Video Projection Mapping Karya Maestro Seni Rupa S. Sudjojono di Jakarta Digital Art Festival
Jakarta Digital Art Festival

Kapanlagi Plus - Tak terasa pengujung tahun sudah di depan mata, beragam keseruan pun siap dihadirkan di Jakarta. Salah satunya adalah Jakarta Digital Art Festival yang tak boleh sampai dilewatkan pada 3-4 Desember 2022 nanti. Acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekaf) DKI Jakarta ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi dengan mengoptimalkan kontribusi kreatif dan seni rupa.

Menariknya, acara tersebut akan menggunakan teknologi digital video projection mapping. Sebuah konsep kreatif yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Konsep ini pun dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, karena pameran seni dibuat dengan lebih atraktif.

Penasaran bakal seperti apa keseruannya? Simak bocorannya berikut ini yuk!

Jadi yang Pertama Kali di Indonesia

Dihubungi oleh tim Kapanlagi.com, Elisabeth Natalia dari Videre Kreasi Visual selaku pihak yang menyediakan konten seni digital dari event Jakarta Digital Art Festival, mengatakan jika acara tersebut menjadi yang pertama kalinya dilangsungkan. Bukan saja yang pertama di Jakarta, melainkan Digital Art Festival dengan projection mapping yang mengangkat karya lukis Indonesia pertama di tanah air.

Perempuan yang akrab disapa Lia itu pun mengungkapkan alasan kenapa memilih video projection mapping dalam acara ini. “Kami mau mengombinasikan karya seni tradisional dengan karya seni digital. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kedua karya tersebut dapat dibuat menjadi karya yang lebih hidup. Lewat Jakarta Digital Art Festival, kami mengkolaborasikan karya seni lukis maestro pelukis Indonesia dengan video projection mapping,” ungkap Lia.

Menampilkan Tribute Kepada S. Sudjojono

Hal menarik lainnya yang membuat Jakarta Digital Art Festival tak boleh dilewatkan adalah karena menampilkan tribute kepada maestro seni lukis Indonesia, yaitu S. Sudjojono. Lewat event ini, karya lukis S. Sudjojono akan dikreasikan dalam bentuk karya seni digital video projection mapping.

Bukan tanpa alasan kenapa event ini memilih S. Sudjojono. Menurut Andhika Permata selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, “Ada beberapa alasan kenapa kami memilih S. Sudjojono. Event ini digelar di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta, di mana karya S. Sudjojono banyak dijumpai di sana, selain itu kami juga ingin memperkenalkan salah satu destinasi wisata prioritas, Kawasan Kota Tua yang telah selesai direvitalisasi dengan cantik dan menjadi kawasan rendah emisi."

Seni lukis yang tergolong dalam subsektor seni rupa dalam 17 sub sektor ekonomi kreatif yang merupakan suatu peradaban yang menjadi kekayaan dan harus dimanfaatkan keberlanjutannya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk bukti kehadiran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya membentuk ekosistem di subsektor seni rupa. “Selain itu, beberapa karya S. Sudjojono banyak menggambarkan daerah di Jakarta. Alasan terakhir, karena S. Sudjojono pastinya merupakan salah satu legenda pelukis Indonesia," tambahnya. 

Seperti diketahui, Sudjojono kerap menggambarkan orang-orang Indonesia dalam kegiatan kehidupan sehari-hari dan masalah mereka sesuai dengan perkembangan Indonesia yang sedang berjuang melawan penjajah pada masa itu, karena beliau sangat nasionalis. Karena hal itu, beliau layak disebut sebagai pelopor seni lukis modern Indonesia.

“Ketika kebanyakan lukisan pada zaman itu menggambarkan romantisme negeri Indonesia, seperti sawah yang hijau menguning, gunung, dan langit yang biru, Sudjojono menggaungkan bahwa seni harus menggambarkan realitas bangsa yang pada saat itu tengah berjuang melawan penjajah.” – Santy Saptari dalam buku Sultan Agung dalam Goresan S. Sudjojono.

Salah satu lukisan karya S. SudjojonoSalah satu lukisan karya S. Sudjojono

Sudjojono juga salah satu pendiri asosiasi seniman Indonesia pertama di Indonesia yaitu PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia), SIM (Seniman Muda Indonesia), mentor seni di departemen budaya POETRA dan Keimin Bunka Shidosho.

Dalam berbagai karyanya, S. Sudjojono ingin menampilkan cerminan isi hati dan pikirannya dalam berbagai periode kehidupan yang dijalaninya, serta gambaran bagaimana ia melihat dirinya sendiri. Ungkapan S. Sudjojono tentang keseniannya adalah “jiwa ketok” yang berarti “jiwa yang tampak”, karena keberaniannya untuk jujur terhadap apa yang dilihat dan dirasakannya.

“Sebagai pelukis, Sudjojono sangat memerhatikan masalah regenerasi. Sepanjang kariernya ia memiliki perhatian besar dalam hal mendidik generasi baru pelukis Indonesia.” – Bondan Kanumoyoso dalam buku Autobiografi Cerita Tentang Saya dan Orang-orang Sekitar Saya.

Selain pelukis, Sudjojono merupakan seseorang pemikir, pendidik, dan penulis yang produktif dengan karya mulai dari lukisan, sketsa, gambar, seni publik, pematung dan relief, serta karya keramik dan furnitur. Sudjojono juga terkenal dengan keseriusan dan komitmennya dalam melakukan riset dan studi terlebih dahulu sebelum membuat suatu karya.

Hadirkan Museum Immersive Experience

Jakarta Digital Art FestivalJakarta Digital Art Festival

Iwan Henry Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Jakarta Digital Art Festival yang juga menghadirkan konsep museum immersive experience di mana setiap pertunjukannya dibatasi 50 orang. Pengunjung yang masuk, akan dimanjakan terlebih dulu dengan pertunjukan Magical Forest.

Pertunjukan berdurasi 3 menit ini menampilkan video mapping show ‘Hutan Tropis Indonesia dengan Beragam Flora yang Berwarna-warni'. Ada 4 scene yang akan ditampilkan, yaitu Hutan Tropis Hijau, Hujan dan Petir di Hutan Tropis, Bunga Warna-Warni Muncul, dan Hutan Tersibak Secara Perlahan dan Muncul Judul Event ‘Jakarta Digital Art Festival'.

Baru setelah itu motion art karya S. Sudjojono ditampilkan. Beberapa karya milik S. Sudjojono yang akan ditampilkan di Jakarta Digital Art Festival, antara lain Maka Lahirlah Angkatan ‘66, Prambanan Seko, Tanjung Priok, Tiga Wanita di Atas Bukit, Pak Karso, Gadis Sumatera, dan Sejarah Perjuangan Sultan Agung. Karya tersebut akan ditampilkan dalam bentuk motion art. Satu per satu lukisan akan membesar dan diberi sentuhan effect motion dengan durasi 2 menit, sehingga lukisan tersebut terasa hidup.

Cukup Bayar Tiket Masuk Museum Saja!

Menariknya, event Jakarta Digital Art Festival ini dapat dinikmati secara gratis oleh semua kalangan. Bila ingin menonton, pengunjung cukup bayar tiket masuk Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di Kawasan Kota Tua Jakarta. Selanjutnya, kamu bisa menikmati pertunjukan ini tanpa dipungut biaya lagi.

Sebagai pengingat, event Jakarta Digital Art Festival sendiri akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu tanggal 3-4 Desember 2022. Sementara itu, waktu buka Museum Seni Rupa dan Keramik adalah Selasa - Minggu, jam 10.00 - 20.00 WIB. Pastikan untuk pasang reminder biar tak sampai kelupaan. Jangan lupa nanti abadikan setiap momen keseruannya dengan kamera smartphone dan bagikan di akun media sosial kamu, ya!

 

 

 

 

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI