Katarak Serang Bayi Asri Welas, Apa Sih Penyebabnya?

Rabu, 13 September 2017 13:26 Penulis: Tyssa Madelina
Katarak Serang Bayi Asri Welas, Apa Sih Penyebabnya?
Sumber: Instagram Astri Welas

Kapanlagi Plus - Belum genap putra tersayangnya berusia satu tahun, Asri Welas terpaksa menelan pil pahit dikarenakan putra semata wayangnya, Rajwa Gilbram Ridha Rahardja dinyatakan menderita katarak di kedua matanya saat berusia tiga bulan. Melalui akun instagramnya @asri_welas, ia bercerita mengenai kilas balik perjuangan Gibran yang menjalani serangkaian proses pemeriksaan di bagian matanya.

Di dalam akunnya Asri menyatakan kehamilannya negatif akan virus rubela dan tokso. Kesehatan Ibran, panggilan kesayangan anaknya, pun baik. Tidak terdeteksi adanya jantung bocor maupun virus di otak. Setelah menjalani serangkaian operasi, Ibran pun dinyatakan dapat melihat namun dengan bantuan kacamata +16.

Hal yang dialami oleh Asri Welas seolah menjadi pukulan bagi kita semua, bahwa ternyata tidak hanya orang dewasa yang dapat terkena katarak. Dikutip dari berbagai website kesehatan, lensa mata bayi yang berwarna hitam ditutupi dengan noda berwarna keabu-abuan dan ini dinamakan sebagai katarak kongenital. Pada beberapa kasus mungkin tidak terlalu berdampak pada penglihatan bayi, tetapi pada kasus yang parah dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.

Ibran harus menjalani serangkaian operasi (Sumber: Wajib Baca)Ibran harus menjalani serangkaian operasi (Sumber: Wajib Baca)

Apa itu Katarak Kongenital?
Katarak kongenital adalah kekeruhan lensa mata yang terjadi sejak lahir. Lensa mata ini berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata menuju retina, sehingga mata bisa menangkap gambar dengan jelas. Namun, jika terjadi katarak, sinar cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar ketika melewati lensa yang keruh, sehingga gambar yang diterima mata menjadi kabur dan terdistorsi. Jika bayi mengalami hal ini, salah satu ciri yang terlihat adalah adanya noda keabu-abuan yang terlihat pada pupil mata. Selain itu, bayi menjadi tidak peka dengan pergerakan lingkungan di sekitarnya.

Lalu apa penyebabnya? Selain ibu hamil yang terinfeksi campak dan rubella, katarak kongenital yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena keturunan, infeksi, masalah metabolik, diabetes, trauma, inflamasi, atau reaksi obat. Contoh obat yang dapat menyebabkan katarak pada bayi baru lahir adalah antibiotik tetrasiklin yang digunakan untuk mengobati infeksi pada wanita hamil. Jadi bagi ibu hamil, mulai saat ini waspada ya. Jangan sembarangan meminum obat, ada baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada yang ahli.

Untuk pengobatannya, diperlukan operasi katarak sesegera mungkin untuk menghilangkan lensa alam pada anak. Operasi ini harus dilakukan sedini mungkin untuk menjamin penglihatan bayi cukup bisa untuk berkembang dengan normal. Beberapa ahli berpendapat bahwa waktu untuk melakukan operasi katarak kongenital adalah antara usia 6 minggu sampai 3 bulan.

Setelah dilakukan tindakan operasi, mungkin sulit untuk memprediksi apakah penglihatan anak lebih baik, meskipun kemungkinan akan selalu ada pengurangan tingkat penglihatan pada mata anak yang terkena katarak kongenital.

Selain itu, tindakan operasi ini bukan berarti tanpa risiko. Salah-salah, operasi katarak ini dapat menyebabkan glaukoma, yang terjadi ketika tekanan pada mata terlalu tinggi. Glaukoma dapat menyebabkan kerusakan permanen struktur dalam mata ketika pengobatan tidak dilakukan dengan baik.

Namun, jangan khawatir, tidak semua katarak kongenital harus dioperasi. Katarak yang hanya menutupi bagian tepi lensa mata mungkin tidak perlu dilakukan operasi, lensa mata tidak perlu dihilangkan karena penglihatan masih dapat berfungsi tanpa hambatan. Katarak yang sangat kecil juga mungkin tidak perlu dilakukan operasi.

(kpl/TMD)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI